GORONTALOPOST - Dunia teknologi kecerdasan buatan kembali diguncang. Ruoming Pang, kepala pengembang foundation model AI di Apple, resmi meninggalkan perusahaan berlogo apel tergigit itu untuk bergabung dengan Meta. Pang sebelumnya memimpin tim Apple Foundation Models (AFM), otak di balik fitur Apple Intelligence seperti Genmoji dan ringkasan teks di iOS.
Kini, Pang bergabung dengan proyek ambisius Meta: Superintelligence Labs, divisi khusus AI yang sedang dibentuk oleh Mark Zuckerberg.
Menurut Bloomberg, Pang akan mengantongi bayaran puluhan juta dolar per tahun di Meta. Gaji yang bikin siapa pun berpikir dua kali sebelum menolaknya.
Zuckerberg Bangun Tim AI Impian
Kepindahan Pang bukan satu-satunya langkah besar Meta. Zuckerberg tampaknya all-in dalam membangun kekuatan super AI miliknya sendiri. Meta merekrut sejumlah nama top di industri:
-
Alexandr Wang (eks CEO Scale AI) sebagai Chief AI Officer
-
Daniel Gross (pendiri startup AI)
-
Nat Friedman (eks CEO GitHub)
-
Yuanzhi Li (dari OpenAI)
-
Anton Bakhtin (eks peneliti Claude di Anthropic)
Bahkan menurut laporan, Zuckerberg menjamu para kandidat langsung di rumahnya di Silicon Valley dan Lake Tahoe — menunjukkan betapa seriusnya Meta dalam pertarungan AI ini.
Apple di Pusaran Krisis Internal AI?
Keluarnya Pang memunculkan tanda tanya besar: ada apa dengan divisi AI Apple?
Tim Apple Foundation Models sendiri terdiri dari sekitar 100 orang, dan selama ini menjadi motor AI internal Apple. Kini, kepemimpinannya beralih ke Zhifeng Chen, dengan tambahan struktur manajerial baru termasuk Chong Wang, Zirui Wang, Chung-Cheng Chiu, dan Guoli Yin.
Namun beberapa pengamat menyebut Apple sedang mengalami kebingungan arah:
-
Fitur AI yang diumumkan di WWDC 2025 (seperti penerjemah panggilan & ringkasan pesan) lebih banyak mengandalkan teknologi OpenAI dan Google, bukan murni buatan internal.
-
Bahkan, Xcode kini mendukung code completion berbasis ChatGPT dan Claude.
-
Craig Federighi (Software Chief), Mike Rockwell (Vision Pro), dan John Giannandrea (AI Research) disebut sebagai figur kunci, meski peran Giannandrea dikabarkan makin terbatas.
Meta vs Apple: Siapa yang Menang di Medan AI?
Kepindahan Pang bisa jadi pukulan telak untuk Apple, tapi sekaligus kemenangan besar bagi Meta. Zuckerberg bukan hanya membentuk tim AI elit, tapi juga membangun narasi bahwa Meta adalah tempat terbaik untuk pengembangan AI masa depan — bahkan mengklaim “superintelligence” sebagai misi jangka panjangnya.
Satu hal yang pasti: perang AI antar raksasa teknologi baru saja dimulai, dan siapa yang memimpin di bidang ini kemungkinan besar akan menguasai masa depan digital.(HL)
Editor : Priska Watung