GORONTALOPOST - Dulu, main game dianggap buang-buang waktu. Tapi sekarang, game justru jadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.
Dari yang hanya sekadar iseng, kini banyak yang menjadikan game sebagai tempat untuk berkembang, berkompetisi, bahkan mencari penghasilan.
Game sudah bukan cuma hiburan. Di tangan anak muda, game jadi ruang untuk mengekspresikan diri dan mencari teman baru.
Beberapa genre yang paling disukai saat ini adalah battle royale, MOBA, RPG, dan simulator. Game seperti Free Fire, PUBG Mobile, dan Genshin Impact selalu ramai dimainkan.
Game juga jadi tempat di mana orang belajar kerja sama, strategi, dan bahkan mengatur emosi saat kalah atau menang.
Tidak sedikit anak-anak SMP dan SMA yang kini bercita-cita jadi pro player, streamer, atau bahkan pengembang game.
Platform seperti YouTube, TikTok, dan Nimo TV jadi tempat favorit mereka menunjukkan kemampuan. Mereka main game sambil siaran langsung, sambil ngobrol dengan penonton.
Selain main, banyak juga yang mulai tertarik bikin game sendiri. Apalagi sekarang sudah banyak tools yang mempermudah seperti Unity dan Unreal Engine.
Dukungan dari komunitas dan event seperti Game Jam juga membantu anak muda untuk mulai terjun ke dunia pengembangan game.
Di tengah ramainya industri ini, hadir juga game lokal karya anak bangsa yang mulai mencuri perhatian di dalam negeri.
Salah satu yang cukup menonjol adalah Wardeka, game buatan Indonesia yang kini mulai dikembangkan ke arah kompetitif.
Baca Juga: Mirip Game Kelas Dunia! Review ‘Wardeka: Battleground’ di Android Bikin Gamer Lokal Bangga!
Wardeka adalah game bergenre survival dengan sentuhan budaya lokal. Game ini dibuat untuk dimainkan secara multiplayer, dan perlahan masuk ke dunia e-sports.
Meski belum sebesar game internasional, Wardeka sudah punya komunitas yang aktif. Beberapa turnamen kecil juga mulai mengangkat game ini sebagai salah satu pilihan tanding.
Kehadiran game seperti Wardeka menjadi bukti bahwa Indonesia tak hanya jago main, tapi juga bisa membuat.
Menurut laporan dari Statista, industri game Indonesia memiliki pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pendapatannya diperkirakan tembus USD 2,5 miliar pada 2025.
Sementara itu, laporan dari We Are Social mencatat bahwa lebih dari 94% pengguna internet di Indonesia pernah bermain game digital.
Angka itu menunjukkan bahwa hampir semua pengguna internet Indonesia adalah gamer aktif, baik di HP maupun PC.
Melihat tren ini, banyak sekolah dan kampus mulai membuka ruang untuk mendukung minat siswa di bidang game dan e-sports.
Ada yang menggelar pelatihan, membuka ekstrakurikuler, hingga membuat program studi khusus game development.
Ini jadi peluang besar untuk para remaja Indonesia yang ingin berkembang lewat dunia game, baik sebagai pemain maupun kreator.
Dengan dukungan yang kuat dari komunitas, pemerintah, dan pelaku industri, bukan tidak mungkin game lokal seperti Wardeka bisa semakin berkembang dan dikenal luas.
Yang penting, tetap jaga keseimbangan. Game memang menyenangkan, tapi pendidikan dan kesehatan juga tetap harus jadi prioritas.
(rm)
Editor : Priska Watung