Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Team Heretics Juara Valorant EWC 2025, RRQ Tersingkir – Wardeka Pelan Tapi Pasti Menuju Panggung Besar

Priska Watung • Kamis, 17 Juli 2025 | 09:00 WIB
Photo
Photo

GORONTALOPOST - Turnamen Valorant di Esports World Cup (EWC) 2025 jadi salah satu panggung esports paling seru tahun ini.

Diselenggarakan pada 8–13 Juli 2025 di stc Arena, Riyadh, 16 tim top dunia bersaing memperebutkan gelar juara dan hadiah total US$1,25 juta.

Format turnamennya menggunakan sistem double elimination (GSL-style) di fase grup, lalu knockout single elimination di playoff.

Tim asal Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ), sempat jadi sorotan karena berhasil lolos ke Group C yang berisi tim kuat seperti Team Heretics dan NRG.

Sayangnya, RRQ harus tersingkir lebih awal setelah kalah dari NRG dengan skor telak 4–13 di map Lotus.

Di sisi lain, kejutan besar datang dari Team Heretics, tim asal Eropa yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.

Di babak grand final, Heretics menghadapi Fnatic, salah satu raksasa Valorant, dalam pertandingan best of 5.

Fnatic unggul dua game lebih dulu, tapi Heretics menunjukkan semangat juang tinggi dan melakukan comeback dramatis 3–2.

Map penentu dimainkan di Ascent, di mana Heretics menutup laga dengan skor meyakinkan 13–7.

Hasil ini membawa Team Heretics meraih gelar juara EWC Valorant 2025 dan membawa pulang hadiah utama US$500.000 plus 1.000 Club Points.

Fnatic yang harus puas sebagai runner-up mendapatkan US$230.000, disusul Gen.G di posisi ketiga dan Paper Rex keempat.

Kemenangan Heretics disebut-sebut sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah kompetitif Valorant.

Sementara dunia terpukau dengan duel internasional ini, di tanah air ada satu game lokal yang mulai mencuri perhatian: Wardeka.

 

Wardeka adalah game third-person shooter (TPS) buatan developer Indonesia. Game ini mengusung nuansa lokal yang kuat—baik dari segi karakter, map, hingga senjata. Salah satu map andalannya, Devano Warehouse, terinspirasi dari arsitektur khas Indonesia Timur.

Meski belum masuk kancah internasional seperti Valorant, Wardeka kini rutin tampil di turnamen nasional seperti Warbiasa League dan Warbiasa Governor Cup.

Baca Juga: Wardeka, Game Lokal Manado yang Latih Otak + Bangun Komunitas Hebat!

Bahkan di level pelajar, Wardeka sudah digunakan sebagai cabang lomba esports antar-SMA di Sulut—langkah awal yang solid untuk membangun ekosistem kompetitif.

Wardeka memang belum sepopuler Valorant, tapi potensinya tidak bisa diremehkan. Dengan gameplay yang kompetitif dan kekuatan budaya lokal, Wardeka punya bekal kuat untuk bisa bersaing di masa depan.

Harapannya, seperti halnya RRQ yang bisa menembus EWC 2025, Wardeka juga bisa menjadi wakil Indonesia di ranah global—bukan cuma sebagai pemain, tapi juga sebagai game ciptaan anak bangsa.

(rm)

Editor : Priska Watung
#TeamHeretics #Valorant #GameLokal #Wardeka #EWC2025