Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gak Nyangka! Inilah Sebab Kenapa Kamu Malah Makan Saat Bosan atau Stress – Fakta Ilmiahnya!

Priska Watung • Jumat, 18 Juli 2025 | 10:55 WIB

Photo
Photo

GORONTALOPOST - Pernah nggak sih kamu tiba-tiba ngemil padahal nggak lapar? Bisa jadi kamu sedang bosan atau stres.

Fenomena ini disebut emotional eating, yaitu kebiasaan makan karena dorongan emosi, bukan karena lapar fisik.

Banyak orang mengira mereka makan karena ingin menikmati rasa makanan, padahal penyebab utamanya adalah ingin mengatur perasaan negatif.

Menurut studi dari Universitas New South Wales, Australia, mayoritas orang makan comfort food bukan karena lapar, tapi karena bosan.

Dilansir dari jurnal Nutrients, responden mengatakan mereka merasa “lebih baik” secara emosional setelah makan makanan yang mereka sukai saat stres.

Comfort food biasanya adalah makanan tinggi lemak, gula, atau karbohidrat seperti cokelat, mie instan, atau gorengan.

Makanan seperti ini bisa memicu sistem reward di otak yang membuat kita merasa tenang atau bahagia untuk sementara waktu.

Namun, kebiasaan ini bisa berbahaya kalau dilakukan terus-menerus karena bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Penelitian dari BMC Public Health di Jerman menunjukkan, 68,9% orang dewasa mengaku makan berlebihan saat stres.

Baca Juga: Makan di Waktu yang Tepat, Cara Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur

Makanan paling populer saat kondisi stres di antaranya cokelat, kopi, makanan manis, dan makanan asin seperti keripik.

Hal ini terjadi karena otak kita mencari pelarian cepat dari tekanan yang sedang kita rasakan.

Sayangnya, setelah makan, perasaan bersalah dan menyesal sering muncul, terutama jika kita sedang dalam program diet.

Menurut jurnal Public Health Europe, emotional eating juga sering dikaitkan dengan rasa kesepian, depresi, dan kecemasan.

Dalam kondisi ini, makanan jadi seperti “teman pelarian” yang selalu siap menemani saat kita sedang nggak baik-baik saja.

Studi tersebut juga menegaskan bahwa orang dengan gangguan pengaturan emosi cenderung lebih sering mengalami emotional eating.

Karena itu, penting banget untuk menyadari apakah kita makan karena lapar, atau hanya karena sedang merasa bosan, stres, atau sedih.

Jika kita mulai sadar pola makan kita dipicu oleh emosi, kita bisa mencari cara lain untuk menenangkan diri, seperti olahraga, journaling, atau ngobrol dengan teman.

Bukan berarti kita nggak boleh makan comfort food, tapi sebaiknya dilakukan secara sadar dan nggak berlebihan.

Mengatur emosi secara sehat bisa membantu kita mengontrol kebiasaan makan, sekaligus menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran lebih stabil.

Ingat, makanan memang bisa bikin nyaman, tapi kenyamanan sesungguhnya datang dari diri sendiri yang mampu menghadapi emosi dengan cara yang lebih sehat.

(rm)

Editor : Priska Watung
#EmotionalEating #ComfortFood #PsikologiMakan #StresDanMakanan #TipsSehat