GORONTALOPOST - Perusahaan teknologi kesehatan milik Elon Musk, Neuralink, belakangan mencuri perhatian publik bukan hanya karena terobosannya dalam antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI), tapi juga karena manuver administratif yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi.
Pada 24 April lalu, Neuralink mengajukan dokumen ke U.S. Small Business Administration (SBA) dan menyatakan dirinya sebagai “small disadvantaged business” (SDB) — atau dalam terjemahan bebasnya, usaha kecil yang dianggap “kurang beruntung secara sosial dan ekonomi”.
Masalahnya? Tak lama setelah pengajuan itu, perusahaan ini malah mendapatkan pendanaan senilai $650 juta dan dihargai hingga $9 miliar oleh para investor top seperti ARK Invest, Sequoia Capital, Founders Fund milik Peter Thiel, dan Thrive Capital.
Apa itu Status “Disadvantaged Business”?
Menurut situs resmi SBA, label SDB diperuntukkan bagi perusahaan yang:
-
Dimiliki minimal 51% oleh individu atau kelompok yang dianggap “terpinggirkan” secara sosial dan ekonomi
-
Berpotensi mendapatkan akses prioritas terhadap kontrak pengadaan pemerintah
Namun, klaim palsu terkait status ini bisa berujung sanksi hukum, seperti yang pernah dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS di masa lalu.
Neuralink dan Elon Musk: Dua Sisi Koin?
Yang bikin cerita ini makin menarik, adalah fakta bahwa pengajuan status “usaha kurang beruntung” ini dilakukan ketika Elon Musk sedang memimpin lembaga federal bernama DOGE (Department of Government Efficiency) — yang punya misi utama memangkas ukuran dan anggaran lembaga pemerintah, termasuk program yang mendukung diversity, equity, and inclusion (DEI).
-
Di bawah Musk, DOGE pernah membatalkan pendanaan ratusan juta dolar untuk pelatihan DEI di Departemen Pendidikan.
-
Tapi Neuralink—yang punya potensi besar di bidang neuroteknologi—malah mencoba memanfaatkan sistem yang memberi keistimewaan pada kelompok terpinggirkan.
Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dokumen pengajuan Neuralink mencantumkan nama Jared Birchall sebagai kontak. Birchall merupakan eksekutif Neuralink sekaligus kepala kantor keluarga Musk, yang mengelola kekayaan pribadi sang miliarder. Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari Birchall atau pihak Neuralink.
Masa Depan Neuralink
Dengan dana segar $650 juta, Neuralink berambisi:
-
Membantu pasien lumpuh mengendalikan perangkat eksternal hanya dengan pikiran
-
Mengembangkan teknologi BCI yang bisa menjembatani kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (AI)
Namun, apakah langkah administratif Neuralink akan menimbulkan masalah hukum atau sekadar jadi kontroversi sesaat? Waktu yang akan menjawab.
(HL)
Editor : Priska Watung