Dunia game Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Kali ini, dua game lokal tampil mencolok dalam spotlight resmi Xbox Asia 2025.
Wardeka: Battleground dan Agni: Village of Calamity menjadi perwakilan Indonesia di ajang ID@Xbox, program milik Xbox untuk mendukung developer game indie di Asia.
ID@Xbox adalah inisiatif yang membantu pengembang kecil dari berbagai negara untuk bisa memasarkan game mereka di platform Xbox dan Windows.
Menurut Geek Culture – Xbox menyoroti 13 game dari kawasan Asia. Dua di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu Wardeka dan Agni.
Wardeka: Battleground adalah game third-person shooter (TPS) dengan tema robot tempur dan nuansa budaya lokal. Game ini dikembangkan oleh Studio Berangin.
Yang bikin unik, pemain bisa memilih mech (robot) dengan desain yang terinspirasi dari budaya Indonesia, seperti batik dan keris.
Selain itu, skin robot di Wardeka juga menampilkan motif-motif khas nusantara. Hal ini membuat tampilan game terasa “lokal rasa internasional”.
Game ini sebelumnya juga telah dirilis versi beta-nya di Android, dan mendapat respons positif dari komunitas mobile gamer Indonesia.
Sementara itu, Agni: Village of Calamity membawa angin segar di genre horror. Game ini digarap oleh pendatang baru, Studio AgniWorks.
Agni adalah game survival horror sinematik dengan sudut pandang orang ketiga. Ceritanya berlatar di desa terpencil yang penuh misteri dan kutukan.
Dilansir dari Antara News – Agni akan dirilis secara resmi di PC dan konsol pada kuartal ketiga tahun 2026.
Grafis yang sinematik dan jalan cerita yang menyeramkan membuat Agni disebut-sebut sebagai “game horor lokal rasa AAA”.
Dalam spotlight ID@Xbox Asia, Agni menarik perhatian karena mampu menyajikan kualitas visual tinggi dengan cerita yang mengangkat elemen lokal.
Menurut Xbox Asia – mereka ingin menyoroti potensi besar dari developer Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai dikenal aktif.
Selain dua nama tadi, beberapa game dari Thailand, Jepang, dan Korea juga ikut ditampilkan, namun Indonesia menjadi sorotan karena dua wakil sekaligus.
Ini jadi bukti kalau developer game Indonesia tidak hanya bisa bersaing, tapi juga mampu tampil bersinar di pasar global.
Dukungan dari platform besar seperti Xbox bisa membuka pintu lebar bagi Wardeka dan Agni untuk go international.
Apalagi komunitas gamer global saat ini sangat terbuka terhadap game indie dengan nuansa budaya khas negara asalnya.
Kesuksesan ini juga bisa memotivasi banyak developer lokal lain untuk terus berkarya dan percaya diri memamerkan budaya Indonesia lewat game.
Dengan makin banyaknya game lokal yang diakui dunia, bukan tidak mungkin industri game Indonesia akan jadi pemain penting di Asia.
Dan kita sebagai pemain? Waktunya dukung dengan cara main, review, dan sebarin game lokal ke teman-teman kita!
Baca Juga: Mirip Game Kelas Dunia! Review ‘Wardeka: Battleground’ di Android Bikin Gamer Lokal Bangga!
(at)
Editor : Priska Watung