Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Junk Food Bisa Percepat Tanda Parkinson pada Orang Muda! Penelitian Baru Terungkap

Priska Watung • Senin, 21 Juli 2025 | 09:50 WIB

junk food
junk food

Makanan cepat saji atau junk food memang sudah lama dikenal berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan efek yang jauh lebih mengejutkan, khususnya pada kesehatan otak remaja dan orang muda.

Dilansir dari American Academy of Neurology, mengonsumsi terlalu banyak makanan ultra-processed berisiko mempercepat munculnya gejala awal penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson adalah gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi gerakan tubuh, biasanya menyerang usia lanjut.

Tapi kini, kebiasaan makan sembarangan bisa mempercepat tanda-tandanya muncul sejak usia muda.

Makanan ultra-processed adalah makanan yang diproses secara berlebihan dan mengandung banyak bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna buatan, dan gula tinggi.

Contoh makanan ini meliputi nugget ayam, sosis, minuman bersoda, keripik kemasan, dan makanan beku siap saji.

Menurut penelitian tersebut, orang yang mengonsumsi lebih dari 9 porsi makanan ultra-processed per hari mengalami peningkatan risiko hingga 82% terkena gejala awal Parkinson.

Gejala awal Parkinson yang dimaksud meliputi tremor ringan, kaku otot, dan perubahan pola tidur.

Meski belum tentu langsung terkena Parkinson, gejala ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi kondisi otak.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 100.000 orang dewasa selama 10 tahun.

Peneliti menyimpulkan bahwa pola makan yang tidak sehat bisa mempercepat kerusakan pada sistem saraf pusat.

Salah satu peneliti, Dr. E. Martinez-Lapiscina, mengatakan bahwa hasil ini menguatkan pentingnya menghindari makanan ultra-processed dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi di kalangan remaja, yang kini banyak mengonsumsi makanan seperti mie instan, burger, dan minuman energi setiap hari.

Remaja yang terpapar junk food berlebihan juga berisiko mengalami gangguan konsentrasi, suasana hati, dan kecemasan.

Selain Parkinson, junk food juga bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk memberikan edukasi soal bahaya makanan cepat saji sejak dini.

Alternatifnya, mulai biasakan anak-anak membawa bekal dari rumah yang bergizi seimbang.

Baca Juga: Sambal Ikan Sagela, Hidangan Khas Gorontalo yang Lezat dan Penuh Gizi

Pemerintah dan sekolah juga diharapkan lebih aktif mengatur iklan makanan tidak sehat yang menyasar remaja.

Langkah kecil seperti mengurangi jajanan kemasan dan menggantinya dengan buah-buahan bisa membawa dampak besar untuk masa depan.

Ingat, makanan yang kita pilih hari ini bisa menentukan kondisi tubuh kita beberapa tahun ke depan.

Mulai sekarang, yuk bijak pilih makanan dan perhatikan kesehatan otak sejak muda. (at)

Editor : Priska Watung
#Bahaya Junk Food #kesehatan remaja #Berhenti Makan Junk Food #kesehatan tubuh #makanan bergizi