GORONTALOPOST - Mark Zuckerberg dan sejumlah investor Meta akhirnya mencapai kesepakatan damai dalam gugatan hukum senilai $8 miliar yang menyoroti bagaimana para eksekutif perusahaan menangani pelanggaran privasi di Facebook, termasuk skandal Cambridge Analytica.
Pengumuman penyelesaian ini dilakukan oleh kuasa hukum para pemegang saham pada hari Kamis (18/7), hanya sehari sebelum sidang memasuki hari kedua di pengadilan Delaware. Hingga kini, jumlah final dari nilai penyelesaian tidak diungkapkan ke publik.
Latar Belakang Gugatan:
-
Gugatan diajukan sejak 2018, pasca terbongkarnya skandal Cambridge Analytica, di mana data jutaan pengguna Facebook disalahgunakan untuk kepentingan politik.
-
Para pemegang saham menuduh bahwa Mark Zuckerberg dan jajaran petinggi lainnya lalai dalam mengawasi perlindungan data pengguna.
-
Mereka menuntut agar 11 terdakwa dalam kasus ini mengembalikan lebih dari $8 miliar yang telah dikeluarkan Meta untuk denda dan penyelesaian terkait pelanggaran privasi.
Siapa Saja yang Terlibat?
-
Mark Zuckerberg – CEO Meta
-
Jeffrey Zients – Mantan Direktur Meta & mantan Kepala Staf Gedung Putih
-
Peter Thiel – Co-founder Palantir
-
Reed Hastings – Co-founder Netflix
-
Sheryl Sandberg – Mantan COO Meta (dijadwalkan bersaksi sebelum gugatan diselesaikan)
Apa yang Dipertanyakan Dalam Gugatan?
-
Dugaan bahwa Meta membayar denda $5 miliar kepada FTC untuk melindungi Zuckerberg dari tuntutan hukum pribadi.
-
Penjualan saham yang dilakukan oleh para petinggi Meta setelah insiden bocornya data, yang menimbulkan kecurigaan akan insider trading.
-
Tidak adanya transparansi tentang bagaimana kebijakan privasi internal Meta dibuat dan dilaksanakan.
Apa Kata Para Ahli?
Profesor hukum dari University of Colorado, Ann Lipton, menyayangkan penyelesaian ini karena menutup peluang untuk mengungkap secara terbuka bagaimana praktik pelanggaran hukum itu bisa terjadi.
“Penyelesaian ini mungkin menyelamatkan mereka dari malu, tapi publik kehilangan kesempatan untuk melihat pertanggungjawaban penuh,” ujar Lipton.
Meta & Privasi di Masa Depan
Meski tidak menjadi tergugat langsung, Meta mengklaim telah menginvestasikan miliaran dolar sejak 2019 untuk memperkuat sistem privasi dan keamanan data penggunanya.
Dengan tercapainya penyelesaian ini, para petinggi Meta terhindar dari kewajiban bersaksi di pengadilan di bawah sumpah. Namun, publik kini tetap mempertanyakan transparansi, pertanggungjawaban, dan komitmen jangka panjang Meta terhadap privasi pengguna di era digital.
(HL)
Editor : Priska Watung