Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Depresi Kambuhan? Coba Mindfulness! Terobosan Terapi Baru Paling Efektif

Priska Watung • Selasa, 22 Juli 2025 | 12:51 WIB

ilustrasi remaja depresi
ilustrasi remaja depresi

Depresi bukan hanya soal sedih berlarut-larut. Tapi juga tentang kelelahan mental yang datang berulang dan sulit dijelaskan.

Banyak orang yang sudah sembuh dari depresi bisa kambuh lagi. Bahkan, dalam banyak kasus, tanpa pemicu yang jelas.

Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE), sekitar 50% orang yang pernah mengalami depresi akan mengalami kambuh minimal satu kali.

Kini, muncul satu metode terapi baru yang dianggap lebih efektif dari pengobatan biasa: Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT).

Mindfulness adalah teknik fokus pada momen saat ini, tanpa menghakimi pikiran yang datang. Teknik ini awalnya dipakai oleh para biksu dalam meditasi.

Namun sekarang, mindfulness sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai terapi mental yang bisa mengurangi stres, kecemasan, dan mencegah depresi kambuh.

Penelitian terbaru dari University of Oxford menyebutkan bahwa MBCT mampu menurunkan risiko kekambuhan depresi sebesar 43% setelah 60 minggu perawatan.

Teknik MBCT ini menggabungkan latihan perhatian (mindfulness) dengan terapi kognitif, yang bertujuan mengubah pola pikir negatif.

Berbeda dari obat antidepresan, mindfulness tidak punya efek samping fisik. Justru, ia membantu otak menjadi lebih "tenang" dalam mengolah emosi.

Bahkan, beberapa rumah sakit dan klinik psikologi di Inggris dan Belanda kini menjadikan MBCT sebagai bagian dari program utama pemulihan depresi.

Di Indonesia, mindfulness mulai dikenal luas, terutama di kalangan anak muda yang ingin menjaga kesehatan mental secara mandiri.

Aplikasi seperti Riliv, Mindtera, hingga Calm menyediakan latihan mindfulness dalam bentuk audio, meditasi panduan, dan latihan pernapasan.

Latihan ini biasanya dilakukan 10–20 menit setiap hari. Cukup duduk diam, tarik napas perlahan, dan fokus pada perasaan atau pikiran yang muncul.

Meski sederhana, efeknya luar biasa. Banyak pengguna yang melaporkan tidurnya lebih nyenyak dan tidak mudah cemas.

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada, Rahmat Adi Nugroho, menyebut mindfulness bisa menjadi solusi murah dan praktis untuk pemulihan emosional.

Tapi penting juga untuk diingat: mindfulness bukan pengganti terapi profesional. Untuk kondisi depresi berat, konsultasi ke psikolog tetap dibutuhkan.

Gabungan mindfulness dan bantuan profesional justru akan menghasilkan pemulihan yang lebih stabil dan tahan lama.

Dengan pola hidup yang makin sibuk, penting bagi kita untuk belajar mengendalikan pikiran. Mindfulness bisa jadi langkah awal untuk itu.

Baca Juga: Tak Hanya Tren Psikologi, Inilah Alasan Mengapa Kesadaran Diri Penting untuk Semua Orang

Jadi, jika kamu atau orang terdekatmu mengalami depresi yang kambuh-kambuhan, jangan ragu untuk mencoba mindfulness.

(at)

Editor : Priska Watung
#kesehatan mental #terapi depresi #Tips sehat alami #MentalHealth #Fakta Psikologis