GORONTALOPOST - Dalam sebuah langkah yang menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap kebebasan digital, Apple dilaporkan telah memperingatkan lebih dari selusin warga Iran bahwa iPhone mereka menjadi target serangan spyware pemerintah.
Peringatan ini pertama kali diungkap oleh Miaan Group, sebuah organisasi hak digital yang fokus pada Iran, bersama Hamid Kashfi, peneliti keamanan siber asal Iran yang kini menetap di Swedia. Keduanya mengatakan telah berbicara langsung dengan sejumlah korban yang menerima notifikasi dari Apple dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan Tersembunyi, Target Spesifik
Dalam laporan terbarunya, Miaan Group mengungkap ada tiga kasus serangan spyware pemerintah yang terkonfirmasi—dua di Iran dan satu di Eropa. Salah satu korban bahkan berasal dari keluarga aktivis politik anti-pemerintah yang sudah lama diburu oleh rezim Iran.
“Banyak anggota keluarga mereka telah dieksekusi. Mereka bahkan tidak pernah bepergian ke luar negeri,” kata Amir Rashidi, Direktur Hak Digital Miaan Group.
Rashidi meyakini bahwa pemerintahan Iran besar kemungkinan menjadi dalang di balik serangan ini, meskipun masih diperlukan investigasi lanjutan untuk memastikan hal tersebut secara definitif.
Korban Takut, Banyak yang Menarik Diri
Hamid Kashfi, pendiri perusahaan keamanan DarkCell, mengatakan bahwa ia sempat membantu dua korban melakukan langkah forensik awal. Namun, sebagian besar korban justru enggan melanjutkan proses investigasi setelah mengetahui tingkat seriusnya ancaman.
“Hampir semua korban menghilang setelah kami menjelaskan risiko yang mereka hadapi,” ujar Kashfi. “Saya rasa karena pekerjaan mereka yang sensitif.”
Salah satu korban diketahui menerima peringatan dari Apple pada tahun 2024.
Spyware: Senjata Rahasia Pemerintah?
Meskipun belum jelas spyware buatan siapa yang digunakan, Apple selama ini sering mengirim notifikasi ke pengguna yang jadi target spyware komersial seperti Pegasus dari NSO Group atau Graphite dari Paragon. Malware semacam ini dikenal sebagai spyware bayaran karena dijual ke pemerintah untuk memata-matai individu tertentu.
Apple mengatakan sejak tahun 2021, mereka telah mengirim peringatan kepada pengguna di lebih dari 150 negara, tanpa menyebutkan nama negara atau jumlah pasti korban.
Sebagai bentuk bantuan lanjutan, Apple juga menyarankan korban untuk menghubungi AccessNow, organisasi yang menyediakan layanan bantuan darurat 24 jam bagi korban spyware.
Poin-Poin Penting:
-
Apple kirim peringatan spyware ke warga Iran terkait potensi serangan dari pemerintah.
-
Korban terdiri dari aktivis dan individu dengan latar belakang politik sensitif.
-
Diduga spyware buatan vendor komersial, tapi identitas pastinya belum diketahui.
-
Korban merasa takut dan sebagian besar menarik diri dari investigasi.
-
Apple sarankan korban menghubungi AccessNow untuk bantuan teknis.
(HL)
Editor : Priska Watung