GORONTALOPOST - Dunia game di tahun 2025 makin seru dengan hadirnya game buatan Indonesia yang siap bersaing di panggung internasional.
Salah satu game yang mencuri perhatian adalah Wardeka, sebuah game TPS (Third-Person Shooter) yang dikembangkan oleh anak bangsa.
Wardeka hadir dengan konsep futuristik, di mana pemain bisa merasakan aksi bak film sci-fi sambil menikmati nuansa khas budaya Indonesia.
Game ini bukan sekadar tembak-tembakan biasa. Wardeka punya latar dunia unik bernama Edonisia, gabungan antara imajinasi masa depan dan budaya lokal.
Dua faksi utama, Vanguard dan Maverick, menjadi pilihan pemain dalam pertarungan seru penuh strategi dan skill menembak.
Menurut Liputan6, Wardeka merupakan hasil kolaborasi antara Majamojo dan BigDade Interactive, yang sudah dikenal dengan portofolio game lokal mereka.
Mode permainan seperti Death Match dan Battle Ground membuat gameplay-nya terasa dinamis dan tidak membosankan.
Yang bikin lebih bangga, visual dari Wardeka terlihat keren, bahkan bisa bersaing dengan game luar negeri sekelas PUBG atau Free Fire.
Gameplay-nya pun cepat dan menantang. Setiap karakter punya kemampuan unik, sehingga tiap pertandingan selalu terasa berbeda.
Dilansir dari Jagosatu.com, Wardeka juga akan menjadi gim utama di turnamen Warbiasa Governor League 2025 yang digelar di Sulawesi Utara.
Turnamen ini bahkan dibuka langsung oleh Gubernur Sulut, menunjukkan dukungan besar terhadap karya anak daerah.
Wardeka bukan cuma populer secara lokal, tapi juga mulai dilirik komunitas esports nasional.
Fenomena ini membuktikan bahwa game buatan Indonesia punya potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
Lebih dari sekadar hiburan, Wardeka membawa semangat budaya lokal ke dalam dunia digital yang modern.
Ini sesuai dengan tren global di mana developer game mulai mengangkat cerita dan karakter dari budaya masing-masing.
Anak-anak muda Indonesia yang bermain Wardeka bisa bangga karena ikut mempopulerkan budaya sendiri lewat teknologi.
Menurut analisis Jagosatu.com, game dengan nuansa lokal semakin diminati karena memberi pengalaman bermain yang lebih dekat dan bermakna.
Tren ini jadi angin segar buat pengembang lokal lainnya untuk terus berinovasi dan gak takut bersaing dengan developer luar.
Wardeka juga bisa jadi inspirasi untuk anak SMP atau SMA yang bercita-cita jadi developer game di masa depan.
Dengan dukungan teknologi dan kreativitas, game Indonesia bisa terus berkembang dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Wardeka hanyalah permulaan. Ke depan, kita akan melihat lebih banyak game lokal yang gak kalah keren dan penuh kejutan.
(hand)
Editor : Priska Watung