GORONTALOPOST - Street Fighter 6 tampil memukau di ajang Esports World Cup (EWC) 2025 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi.
Sebanyak 48 pemain profesional dari berbagai negara ikut serta dalam turnamen ini, membawa hype game fighting ke level yang lebih tinggi.
Pertandingan berlangsung pada 20–23 Agustus dan menjadi salah satu cabang dengan penonton terbanyak sepanjang EWC 2025.
Dengan total hadiah mencapai 1 juta USD atau sekitar Rp16 miliar, turnamen ini menjadi magnet utama bagi komunitas game fighting di seluruh dunia.
Turnamen dibagi dalam tiga fase: fase grup GSL-style, fase kedua round robin bagi runner-up grup, dan fase ketiga berupa playoff single elimination.
Pada fase grup, pemain bertanding dalam sistem best-of-5. Juara grup langsung ke playoff, sedangkan runner-up berjuang lagi di fase dua.
Fase dua menentukan empat pemain tambahan yang akan lolos ke babak final, menciptakan kompetisi yang semakin ketat.
Playoff yang diikuti 16 pemain terbaik menggunakan format single elimination dengan final best-of-9.
Street Fighter 6 menjadi cabang penutup dalam rangkaian EWC tahun ini, dan disebut sebagai salah satu grand final paling seru yang pernah ada.
Capcom, selaku publisher, menyatakan komitmennya menjadikan SF6 sebagai cabang utama hingga tahun 2027.
Baca Juga: Tekken 8 Siap Mengguncang EWC 2025, Wardeka Mulai Unjuk Gigi di Tanah Air
Karakter-karakter ikonik seperti Ryu, Chun-Li, Luke, dan Kimberly unjuk gigi dengan combo mematikan dan gameplay yang intens.
Buat anak SMP yang suka main game, Street Fighter 6 bisa jadi tontonan sekaligus pelajaran soal refleks, strategi, dan kontrol emosi.
Sementara itu, game lokal Indonesia, Wardeka, perlahan mulai membangun pijakan di skena kompetitif tanah air.
Wardeka adalah game shooter third-person buatan developer asal Sulawesi Utara, yang kini rutin muncul di turnamen pelajar seperti Warbiasa League.
Meski belum punya skala internasional, Wardeka konsisten menghadirkan update, event komunitas, dan mode baru seperti Patriot Survival.
Dukungan terhadap game lokal seperti Wardeka penting agar Indonesia tidak hanya jadi penonton, tapi juga pemain utama di panggung dunia.
Wardeka bisa belajar banyak dari sistem turnamen EWC, mulai dari penyusunan bracket, produksi konten, hingga pemberdayaan komunitas.
Jika terus berkembang, bukan tak mungkin suatu saat Wardeka akan ikut turnamen global atau bahkan hadir di EWC.
Mari terus dukung talenta lokal agar mereka bisa tampil sejajar dengan bintang esports dunia.
Karena setiap game besar pun pernah memulai dari komunitas kecil dan mimpi besar.
(rm)
Editor : Priska Watung