Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ternyata Amarah Wanita Melemah di Usia 50‑an—Bukan karena Lupa, Tapi Karena Otak Lebih Dewasa!

Priska Watung • Selasa, 29 Juli 2025 | 12:45 WIB

ilustrasi wanita marah
ilustrasi wanita marah

Menurut penelitian terbaru dari Seattle Midlife Women’s Health Study, wanita usia 35 hingga 55 tahun mengalami penurunan emosi marah yang cukup signifikan.

Fakta ini dibuktikan lewat riset yang dipublikasikan di jurnal Menopause dan mencatat perubahan besar pada cara wanita merespons amarah seiring pertambahan usia.

Penelitian melibatkan lebih dari 500 wanita yang diteliti secara berkala selama bertahun-tahun.

Dari hasilnya, ditemukan bahwa usia yang bertambah justru membuat wanita lebih tenang dan tidak mudah meledak emosinya.

Bukan karena daya ingat yang menurun, tapi karena pengendalian diri mereka semakin kuat.

Menurut The North American Menopause Society, kemampuan mengontrol emosi seperti marah meningkat karena faktor biologi dan pengalaman hidup.

Faktor seperti perubahan hormon, peran keluarga, hingga pengalaman pribadi berpengaruh pada regulasi emosi.

Mereka tidak serta-merta tidak merasa marah, tapi cara mereka menyampaikan dan menyikapi emosi itu jadi lebih dewasa.

Ini dikenal sebagai emotional regulation, yaitu kemampuan untuk mengatur, memahami, dan merespons emosi dengan lebih tenang.

Dilansir dari ScienceDaily, ekspresi marah agresif dan reaktif wanita menurun drastis seiring bertambahnya usia.

Namun, jenis amarah yang ditekan atau anger suppressed cenderung tetap stabil dan perlu diperhatikan dampaknya terhadap kesehatan.

Penelitian mengungkap, menahan emosi terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, bukan hanya menahan marah, tapi juga penting untuk mengelola dan menyalurkannya dengan cara sehat.

Usia paruh baya menjadi titik balik emosional bagi banyak wanita, di mana mereka lebih bisa berpikir sebelum bereaksi.

Selain itu, dukungan sosial dan lingkungan yang positif juga memperkuat kendali diri wanita pada fase ini.

Banyak dari mereka mulai lebih fokus pada keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan refleksi diri.

Beberapa pakar menyarankan pendekatan seperti meditasi, olahraga ringan, atau konseling sebagai bentuk pelampiasan sehat.

Dengan begitu, emosi yang mungkin dulu mudah meledak saat muda, kini lebih terkendali dan dewasa.

Para peneliti berharap studi ini bisa mengubah stigma tentang menopause dan emosi wanita paruh baya.

Baca Juga: Ternyata, Ekspresi Marah Bisa Mengungkap Banyak Hal! Ini Cara Membacanya

Alih-alih menjadi fase yang emosional dan kacau, masa ini justru jadi momen refleksi dan pendewasaan psikologis.

Fakta ini juga membantah anggapan bahwa semakin tua seseorang maka makin emosional—karena nyatanya, justru makin stabil.

(at)

Editor : Priska Watung
#kesehatan mental #emosi diri #Fakta Psikologis #psikologi Wanita #Menopause