Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sibuk Stress? Remaja Rentan Kecanduan Game Online! Ini Cara Otak Bereaksi Saat Bosan

Priska Watung • Selasa, 29 Juli 2025 | 18:52 WIB

Photo
Photo
GORONTALOPOST - Banyak remaja saat ini lebih memilih main game online saat sedang bosan atau stres karena sekolah dan kegiatan lainnya.

 

Kebiasaan ini memang terlihat wajar, tapi ternyata bisa memicu kecanduan jika tidak dikontrol dengan baik.

 

Menurut penelitian dari American Psychological Association, otak manusia cenderung mencari stimulasi saat merasa bosan, dan game menjadi pilihan utama karena memberikan sensasi cepat dan menyenangkan.

 

Masalahnya, tidak semua remaja paham kapan harus berhenti. Game online yang bersifat kompetitif membuat pemain terus ingin menang.

 

Saat seseorang menang dalam game, otak melepaskan dopamin, zat kimia yang bikin kita merasa senang. Inilah yang bikin nagih.

 

Semakin sering bermain, otak akan terus mencari sensasi yang sama. Akhirnya, bermain game menjadi pelarian utama dari stres atau rasa bosan.

 

Dilansir dari Healthline, aktivitas bermain game berlebihan juga bisa mengganggu fokus belajar, tidur, dan bahkan hubungan sosial.

 

Studi dari Universitas Indonesia menyebutkan, 1 dari 3 remaja di kota besar menunjukkan tanda-tanda kecanduan game online.

 

Beberapa tanda itu termasuk susah berhenti main, marah saat diminta berhenti, dan lebih memilih main game daripada aktivitas penting lainnya.

 

Psikolog anak dan remaja, Dr. Sari Novita, menjelaskan bahwa bermain game tidak salah, asalkan diatur waktunya dan disesuaikan dengan usia.

 

Anak-anak perlu diberi pemahaman tentang keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab.

 

Remaja juga perlu dikenalkan pada aktivitas lain yang bisa memberi rasa senang, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial.

Menariknya, otak remaja masih dalam tahap berkembang. Itu sebabnya mereka lebih rentan terhadap kebiasaan adiktif seperti game online.

 

Bosan seharusnya bisa jadi kesempatan untuk beristirahat, bukan hanya cari pelarian lewat layar.

 

Orang tua juga punya peran besar. Membatasi waktu bermain dan memberi contoh penggunaan gadget yang sehat bisa membantu.

 

Beberapa game edukatif atau game offline yang tidak kompetitif bisa jadi alternatif yang lebih aman.

 

Misalnya game strategi yang dimainkan bersama teman secara langsung bisa mempererat hubungan sosial, bukan menjauhkan.

 

Wardeka, salah satu game lokal bergenre TPS yang sedang naik daun, mencoba menggabungkan elemen edukatif dan hiburan agar pemain tetap aktif secara mental, tanpa melupakan dunia nyata.

 

Pendekatan game seperti ini bisa jadi solusi, selama penggunaannya tetap terkontrol dan tidak berlebihan.

 

Hal penting yang harus diingat, bukan gamenya yang salah, tapi cara kita menggunakannya.

 

Remaja perlu belajar mengenali kapan mereka butuh rehat dari layar, dan kapan saatnya kembali fokus ke dunia nyata.

 

(hand)

Editor : Priska Watung
#Wardeka Lokal #anak kecanduan #Bigdade Wardeka #Wardeka #WardekaGame #Ciri Kecanduan Digital