GORONTALOPOST - Catur membuat sejarah sebagai cabang resmi pertama dari genre strategi di Esports World Cup 2025 di Riyadh.
Turnamen catur berlangsung pada 29 Juli – 1 Agustus 2025 menggunakan format rapid 10 menit tanpa increment (10+0).
Sebanyak 16 grandmaster bertanding, 12 dari Champions Chess Tour 2025 dan 4 dari Last Chance Qualifier di Riyadh.
Pertandingan dibuka dengan grup GSL-style, lalu berlanjut ke bracket single elimination untuk menentukan juara.
Hadiah total turnamen catur mencapai US$1,5 juta—salah satu prize pool terbesar dalam sejarah kompetisi online catur.
Nama besar peserta termasuk Magnus Carlsen, Hikaru Nakamura, Fabiano Caruana, Arjun Erigaisi, dan lain-lain.
Format ini menuntut refleks cepat dan pemikiran strategis dalam waktu terbatas—kombinasi yang menarik bahkan untuk penonton yang bukan pemain catur tradisional.
Drama terjadi ketika Nihal Sarin mengalahkan Anish Giri 2–0 di fase grup, memancing reaksi panas dan sorotan emosional publik.
Hadiah grand final US$250.000 dan bonus podium membuat turnamen ini bukan sekadar pertunjukan strategi, tapi juga ajang gengsi level dunia.
Baca Juga: Game Global Rilis Melejit di 2025, Tapi Wardeka Baru Bikin Heboh Gamer Indonesia!
Grandmaster Carlsen juga ditunjuk sebagai brand ambassador EWC untuk catur, menambah daya tarik turnamen ini.
Sementara catur sukses debut secara global, di Indonesia game lokal mulai naik daun, contohnya Wardeka.
Wardeka adalah game third-person shooter dari Sulawesi Utara, menampilkan map khas lokal seperti Devano Warehouse.
Game ini sudah aktif di turnamen komunitas seperti Warbiasa League dan kompetisi pelajar di Sulut.
Wardeka menambahkan mode Patriot Survival dan sistem matchmaking yang lebih fair.
Walau berbeda genre—catur vs shooter—nilainya sama: membangun dari akar rumput untuk menembus panggung dunia.
Turnamen catur EWC memperlihatkan pentingnya format profesional, branding, dan komunitas global.
Wardeka bisa belajar dari sana: sistem kompakt, kualitas streaming, event berjangka, dan network yang kuat.
Dengan dukungan komunitas, inovasi konten, dan turnamen lokal konsisten, bukan tidak mungkin Wardeka bisa go internasional.
Dukung terus game lokal sembari menikmati aksi catur kelas dunia di EWC 2025.
(rm)
Editor : Priska Watung