GORONTALOPOST - Di perairan tenang Patagonia, tersembunyi salah satu mitos paling menyeramkan di Amerika Selatan. Makhluk ini disebut Cuero del Agua, atau “kulit air”, karena bentuknya mirip kulit hewan yang mengambang.
Jangan tertipu bentuknya yang datar dan tak bergerak. Warga lokal percaya makhluk ini adalah predator gaib yang suka menyamar di atas permukaan danau atau sungai.
Menurut legenda yang diceritakan masyarakat Mapuche, Cuero memiliki tentakel, mata kecil di tepi tubuhnya, dan mulut pengisap di tengah. Sekali menempel, korban tak akan pernah kembali ke daratan.
Banyak kisah menyebutkan korban yang sedang mandi, mencuci, bahkan hanya berjalan di tepi sungai tiba-tiba lenyap. Tak ada jejak, hanya riak air dan rasa takut yang tersisa.
Dilansir dari BigArcheology, makhluk ini dideskripsikan mirip gabungan antara pari, kulit kerbau, dan lintah. Namun bukan dari dunia nyata—Cuero dipercaya sebagai roh penghuni air.
Cerita Cuero sangat populer di wilayah Patagonia, khususnya di Chile dan Argentina. Bahkan sebagian masyarakat masih menghindari perairan tertentu saat musim panas.
Menurut Más Río Negro, penduduk asli percaya bahwa Cuero adalah roh alam yang marah karena manusia merusak lingkungan. Ia muncul sebagai hukuman atas ketidakseimbangan ekosistem.
Baca Juga: Danau Gaib Baikal: Naga Air Tersembunyi & Air Suci Penyembuh Jiwa yang Dilirik Para Shaman!
Dalam kisah lama yang ditulis Neuquén Post, satu-satunya cara melawan Cuero adalah dengan galah tajam atau garu besi yang bisa menusuk tubuhnya dan mengangkatnya dari air.
Beberapa penduduk menyebarkan legenda ini sebagai peringatan untuk anak-anak agar tidak bermain air sendirian. Tapi ada juga yang percaya, Cuero benar-benar ada dan masih berkeliaran.
Salah satu ciri khas Cuero adalah ia hanya muncul saat matahari terik dan air menjadi tenang. Itulah saat yang paling berbahaya.
Nama “Cuero del Agua” secara harfiah berarti “kulit dari air”, karena ia terlihat seperti lembaran kulit sapi besar yang mengambang. Tapi jangan sampai lengah, karena itu hanya kamuflase.
Beberapa peneliti antropologi melihat mitos Cuero sebagai refleksi sosial. Ia hadir dari ketakutan, ketidaktahuan, dan hubungan manusia dengan alam liar yang belum terjelajahi.
Namun, bagi masyarakat Mapuche, Cuero bukan sekadar legenda. Ia adalah peringatan agar manusia menjaga keseimbangan dengan alam dan tidak bersikap serakah.
Beberapa danau seperti Lago Lacár dan Sungai Limay dikenal sebagai tempat-tempat yang sering disebut dalam cerita Cuero. Bahkan, beberapa penduduk masih melakukan ritual untuk “menenangkan air”.
Ritual ini biasanya melibatkan pemberian roti, madu, atau daun yang dihanyutkan sebagai bentuk penghormatan pada roh air.
Cerita Cuero semakin hidup karena tidak ada bukti yang menyangkal keberadaannya. Justru, semakin banyak kisah misterius tentang orang yang hilang tanpa jejak di sekitar lokasi legenda.
Mitos ini juga digunakan sebagai alat edukasi lokal tentang pentingnya menjaga keselamatan saat berada di alam liar, terutama di wilayah perairan yang dalam dan sepi.
Walaupun belum ada bukti ilmiah tentang keberadaan Cuero, kisah-kisah yang diturunkan dari generasi ke generasi tetap membuat bulu kuduk merinding.
Legenda ini bukan cuma bagian dari cerita rakyat, tapi juga menjadi identitas budaya masyarakat pedalaman Patagonia yang hidup berdampingan dengan alam.
Jadi, apakah Cuero del Agua itu nyata? Mungkin tidak semua bisa membuktikannya. Tapi satu hal yang pasti, kisah ini membuat setiap langkah di pinggir danau terasa lebih menegangkan.
Dan bagi mereka yang percaya, Cuero masih mengintai, menunggu saat yang tepat untuk menarik korban berikutnya ke dasar air.
(rm)
Editor : Priska Watung