Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mantan Hubungi Terus? Mungkin Itu Tegas Sinyal Untuk Stop Kontak, Biar Bisa Move On Cepat!

Priska Watung • Rabu, 6 Agustus 2025 | 19:40 WIB

Photo
Photo
GORONTALOPOST - Ketika mantan tiba‑tiba menghubungi kamu, bukan berarti semuanya baik-baik saja.

 

Sering kontak dengan mantan justru bisa memperpanjang rasa sakit dan stres emosional.

 

Sebuah penelitian dari Clinical Psychological Science menunjukkan bahwa semakin sering bertemu mantan secara langsung, 2 bulan kemudian tingkat stres psikologis bisa meningkat hingga 112% bagi yang tidak punya anak bersama .

 

Hal ini terjadi karena kontak mantan bisa mengganggu proses penyesuaian diri setelah putus.

 

Fenomena ini sering disebut sebagai separation‑related psychological distress (SRPD), yaitu stres yang muncul akibat pemutusan hubungan romantis .

 Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Berhenti Memikirkan Mantan, Bahkan Bertahun-tahun Kemudian

Menurut ahli dari Psychology Today, aturan no contact membantu menjauh dari ingatan yang menyeret kita ke masa lalu dan mempercepat pemulihan emosional .

 

Selain itu, menghindari mantan bisa mengurangi gangguan pikir yang bikin susah melanjutkan hidup .

 

Banyak orang merasa bersalah atau takut sendirian saat menerapkan no contact, padahal itu langkah awal buat sembuh.

 

Nah, sebagian orang salah kaprah dan tetap kontak walau hatinya belum sepenuhnya move on.

 

Misalnya cuma pengin “teman saja” atau cari closure, tapi malah bikin kebiasaan buruk makin kuat .

 

Psikolog juga bilang, kalau ada niatan kembali ke hubungan, itu bisa jadi alasan emotional backup alias melihat kamu sebagai cadangan .

 

Menariknya, aturan no contact sebenarnya dianjurkan paling sedikit selama 21 hari — bahkan dua bulan penuh untuk efek maksimal .

 

Selama periode itu, kamu bisa belajar pegang kontrol diri tanpa tergoda chat, stalking, atau lihat status mantan.

 

Stop kontak ini bikin kamu mulai fokus ke diri sendiri, teman, aktivitas yang bikin senang, dan bisa tumbuh tanpa beban masa lalu .

 

Kalau mantan tetap menghubungi kamu, itu bisa jadi pertanda penting untuk tegas menerapkan batasan.

 

Kebiasaan itu bisa bikin pikiran jadi bolak‑balik antara harapan dan sakit hati yang belum selesai.

 

Untuk anak SMP atau remaja yang belum pernah pacaran lama, pesan ini bisa diingat: kontak terus-menerus bikin kamu susah lepas efek perasaan lama.

 

Kalau kamu lihat mantan yang masih aktif hubungi, mungkin itu isyarat bagimu untuk stop kontak demi sehat mental.

 

Sebab ternyata trauma emosional bisa dirasakan sebagai stres fisik juga—sakit kepala, susah tidur, dan suasana hati gelap .

 

Walau proses move on itu panjang—bisa setengah jalur 4 tahun, atau bahkan 8 tahun untuk benar-benar lepas ikatan emosional .

 

Namun, tanpa kontak terus menerus, pemulihan bisa lebih cepat dan kamu bisa kok hidup tanpa bayang-bayang mantan.

 

Kunci utamanya adalah konsisten menjaga jarak dan memberi ruang agar pikiran dan hati lebih fokus pada diri sendiri.

 

Dan kalau kamu punya teman yang susah stop kontak, ajak mereka bicara jujur. Teman sejati bakal bantu kamu patuh batas dan move on.

 

Intinya, mendengarkan panggilan mantan bukan selalu pilihan yang bijak saat kamu sedang proses sembuh.

 

Stop kontak bukan berarti egois. Justru itu bentuk sayang sama diri sendiri dan memberi kesempatan untuk sembuh seutuhnya.

 

(hand)

Editor : Priska Watung
#psikologi remaja #psikologi #Menurut Psikologi #PsikologiDiri #mantan #PsikologiHarian