Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Minimalism Lifestyle: Hidup Lebih Bahagia dengan Barang Lebih Sedikit!!

Priska Watung • Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:34 WIB

Photo
Photo

GORONTALO POST - Gaya hidup minimalis sedang jadi pembicaraan banyak orang.

Bukan sekadar tren, minimalism lifestyle mengajarkan kita hidup dengan lebih sederhana dan apa adanya.

Minimalis artinya memilih barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan diinginkan.

Fokus hidup tidak lagi mengejar banyak barang, tapi menikmati ketenangan batin.

Menurut Journal of Positive Psychology, hidup minimalis membuat seseorang merasa lebih bahagia karena tidak terbebani banyak barang.

Di Indonesia, gaya hidup ini mulai populer setelah pandemi Covid-19.

Banyak orang menyadari bahwa hidup sederhana jauh lebih menenangkan.

Salah satu kunci minimalis adalah decluttering, yaitu memilah barang yang masih dipakai dan yang tidak.

Barang yang tidak dipakai lebih baik disumbangkan atau dijual kembali.

Decluttering juga membantu rumah terlihat lebih rapi dan lega.

Dilansir dari Psychology Today, rumah rapi bisa menurunkan tingkat stres hingga 20%.

Gaya hidup ini cocok untuk anak muda yang tinggal di perkotaan.

Baca Juga: Tren Gaya Hidup Sehat Kian Digemari, BRI Berdayakan UMKM Manfaatkan Peluang di Industri Gula Aren

Selain hemat ruang, minimalisme juga membuat keuangan lebih terkontrol.

Kita diajarkan membeli barang karena fungsi, bukan gengsi.

Dengan begitu, uang bisa dialihkan untuk hal lebih penting, seperti pendidikan, kesehatan, atau pengalaman baru.

 

Minimalisme juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Barang yang dipakai lebih lama berarti mengurangi sampah dan limbah produksi.

Menurut UNEP, setiap orang bisa mengurangi sampah hingga 30% jika hidup minimalis.

Mulai hidup minimalis bisa dimulai dari hal kecil, seperti tas, pakaian, atau sepatu.

Pisahkan barang kesayangan dari barang yang sekadar memenuhi lemari.

Setelah terbiasa, minimalisme bisa diterapkan ke seluruh ruangan rumah.

Hal terpenting dalam gaya hidup ini adalah rasa ikhlas melepaskan barang.

Orang minimalis percaya bahwa kebahagiaan bukan berasal dari benda.

Melainkan dari kedekatan dengan keluarga, teman, dan pengalaman hidup.

Mulai sekarang, mungkin saatnya berkata cukup pada barang yang berlebihan.

Agar hidup lebih ringan, hati lebih lapang, dan pikiran lebih tenang. (ed)

Editor : Priska Watung
#decluttering #selfimprovement #AnakMuda #HidupMinimalis #Lifestyle