Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gunting Kuku di Malam Hari: Mitos Kuno yang Katanya Bisa Undang Petaka, Benarkah?

Priska Watung • Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:52 WIB
Photo
Photo

GORONTALOPOST - Gunting kuku adalah rutinitas sederhana yang sering kita lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Namun, di banyak budaya Asia, termasuk Indonesia, ada larangan unik: jangan gunting kuku di malam hari.

Mitos ini sudah beredar sejak zaman nenek moyang kita. Dulu, para orang tua sering mengingatkan anak-anak agar memotong kuku di siang hari saja.

Alasan yang mereka berikan biasanya menyeramkan. Katanya, kalau memotong kuku di malam hari, roh jahat bisa datang atau bahkan umur kita akan pendek.

Di Jepang, ada mitos serupa yang disebut "yomei ga mijikaku naru", yang berarti "umur menjadi pendek". Larangan ini mengakar kuat di masyarakat mereka.

Menurut budaya Jawa, larangan ini juga berkaitan dengan kepercayaan terhadap makhluk halus. Kuku yang terpotong di malam hari bisa menarik perhatian entitas gaib.

Di sisi lain, ada juga alasan logis di balik larangan ini, terutama di masa lalu. Pada zaman tanpa listrik, penerangan malam sangat minim, sehingga memotong kuku bisa berisiko melukai diri.

Bahkan potongan kuku yang tercecer bisa menjadi sarang kuman, apalagi jika terinjak atau tidak dibersihkan dengan benar.

Di beberapa daerah di Filipina, mitos ini juga populer. Mereka percaya memotong kuku malam hari bisa membawa kesialan atau kehilangan rezeki.

Baca Juga: Mitos dan Kepercayaan Mistis tentang Buang Air di Indonesia

Di Malaysia, mitos ini dikaitkan dengan datangnya roh gentayangan. Cerita ini sering digunakan orang tua untuk membuat anak-anak takut.

Namun, di era modern, sebagian besar orang menganggap mitos ini hanyalah warisan budaya tanpa dasar ilmiah.

Ahli kesehatan mengatakan, waktu memotong kuku tidak memengaruhi nasib seseorang. Yang penting adalah kebersihan alat dan kuku itu sendiri.

Meski begitu, mitos ini tetap bertahan karena jadi bagian dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.

Menariknya, larangan ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan tidak langsung pada zaman dulu.

Bayangkan, memotong kuku dengan pencahayaan lampu minyak atau lilin di malam hari tentu sangat berisiko.

Jadi, walau terdengar mistis, sebenarnya mitos ini bisa jadi punya akar logis di masa lalu.

Kini, kita bebas memilih waktu memotong kuku sesuai kenyamanan. Namun, ingatan akan larangan ini membuat sebagian orang masih enggan melakukannya di malam hari.

Bagi sebagian orang, mematuhi mitos ini adalah bentuk menghargai tradisi. Bagi yang lain, ini hanyalah cerita masa kecil yang lucu untuk dikenang.

Pada akhirnya, mau memotong kuku siang atau malam, yang terpenting adalah menjaga kebersihan diri dan alat yang digunakan.

Jadi, apakah mitos ini benar-benar membawa sial? Sepertinya tidak. Tapi menjaga tradisi tetap hidup juga tidak ada salahnya.

Kalau kamu, berani potong kuku di malam hari atau masih memilih main aman saja?

(rm)

Editor : Priska Watung
#kebersihan diri #gunting kuku #budaya #Cerita rakyat #tradisi kuno