GORONTALOPOST - Di tengah dominasi game global seperti Free Fire, PUBG Mobile, dan League of Legends di Esports World Cup (EWC) 2025, nama Wardeka mulai mencuri perhatian sebagai game lokal yang punya potensi besar.
Wardeka adalah game Third Person Shooter (TPS) buatan developer Indonesia yang mengangkat unsur budaya Sulawesi Utara. Konsepnya unik, memadukan aksi tembak-menembak dengan latar lokasi dan karakter yang sarat nuansa lokal.
Sejak perilisan versi beta, Wardeka konsisten hadir di berbagai event nasional, termasuk Warbiasa League, yang menjadi ajang bagi komunitasnya untuk berkompetisi dan berinteraksi.
Update terbaru Wardeka memperkenalkan mode Patriot Survival, di mana pemain ditantang bertahan hidup sambil menguasai zona strategis, serta sistem matchmaking yang kini lebih seimbang.
Baca Juga: CTF Lagi, Tapi Lebih Gila! TPS 5v5 ‘Last Flag’ Bakal Rilis—Berebut Bendera di Game Visceral!
Meski belum sebesar skala turnamen Free Fire di EWC dengan hadiah jutaan dolar, Wardeka menunjukkan bahwa game lokal mampu membangun komunitas yang solid.
Dukungan dari para pemain dan kreator konten menjadi modal penting untuk mengembangkan scene kompetitif Wardeka ke level berikutnya.
Tidak sedikit pengamat esports menilai bahwa jika Wardeka mendapat dukungan pendanaan dan promosi yang tepat, bukan mustahil game ini bisa masuk panggung internasional.
Apalagi tren global kini mulai memberi perhatian lebih pada game dengan identitas budaya kuat, sesuatu yang menjadi nilai jual utama Wardeka.
Bagi Indonesia, Wardeka bisa menjadi simbol kebanggaan bahwa kita tidak hanya bisa menjadi pemain di arena esports, tapi juga pencipta.
Dengan visi yang jelas, pembaruan konten yang konsisten, dan strategi kompetitif yang tepat, Wardeka bisa menjadi senjata rahasia Indonesia untuk bersaing di kancah esports masa depan.
Editor : Priska Watung