Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini makin populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Namun, di balik kecanggihannya, AI juga punya sisi gelap yang bisa merugikan banyak orang.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mengingatkan soal potensi pelanggaran hak cipta yang bisa dilakukan oleh teknologi AI.
Menurut DJKI, salah satu masalah besar adalah penggunaan data tanpa izin untuk melatih mesin AI.
Hal ini berbahaya karena bisa melanggar hak cipta dari karya-karya yang dipakai tanpa sepengetahuan penciptanya.
Dilansir dari laman resmi DJKI, teknologi AI mampu memproses jutaan data dari internet. Sayangnya, tidak semua data itu legal untuk digunakan.
Contohnya, gambar, musik, atau tulisan yang dibuat manusia bisa saja dijadikan bahan belajar AI tanpa izin pemiliknya.
Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat pencipta karya merasa dirugikan karena hasil karyanya dipakai tanpa bayaran maupun penghargaan.
Inilah yang disebut dengan pelanggaran kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual adalah hak yang dimiliki seseorang atas ide atau karya ciptaannya.
Misalnya, seorang musisi berhak atas lagu yang ia buat, dan seorang penulis berhak atas buku yang ia tulis.
Baca Juga: Siapa Sangka? Game Dance Online Pakai Musik Beethoven & Vivaldi — Bikin Nostalgia Nggak Karuan!
Kalau AI menggunakan karya mereka tanpa izin, maka hak mereka dilanggar.
Masalah ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara lain.
Bahkan, beberapa artis dunia pernah melaporkan perusahaan teknologi karena AI mereka menggunakan karya seni tanpa izin.
DJKI menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun peta jalan atau roadmap penegakan hukum terkait kekayaan intelektual di era digital.
Tujuannya agar regulasi di Indonesia bisa mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Selain itu, masyarakat juga diajak lebih waspada dalam menggunakan aplikasi berbasis AI.
Bukan berarti dilarang memakai AI, tapi kita harus lebih bijak dalam memanfaatkannya.
Masyarakat juga perlu paham bahwa AI hanyalah alat, bukan pengganti manusia sepenuhnya.
Jika digunakan dengan benar, AI bisa membantu banyak pekerjaan. Tapi kalau disalahgunakan, dampaknya bisa merugikan orang lain.
Karena itu, pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat harus bekerja sama agar penggunaan AI tetap aman, adil, dan menghargai hak cipta.
(at)
Editor : Priska Watung