GORONTALO POST - Korset sering digunakan oleh banyak orang untuk membentuk tubuh agar tampak lebih ramping.
Selain untuk penampilan, beberapa orang percaya bahwa korset juga bisa membantu dalam program diet.
Saat dipakai, korset memberikan tekanan di area perut dan pinggang.
Tekanan ini dapat membantu mengurangi porsi makan karena perut terasa lebih cepat kenyang.
Dalam dunia medis, efek ini dikenal sebagai waist compression appetite control.
Selain itu, korset membantu memperbaiki postur tubuh saat berdiri atau duduk.
Postur yang baik akan membuat tubuh tampak lebih tegap dan percaya diri.
Rasa percaya diri yang meningkat ini bisa memberi semangat lebih dalam menjalani program diet.
Korset juga sering digunakan oleh ibu yang baru melahirkan untuk mendukung perut bagian bawah.
Penggunaan korset dapat membantu otot-otot perut kembali pada posisi semula setelah melahirkan.
Meski demikian, manfaat korset untuk menurunkan berat badan bersifat sementara.
Dokter dan ahli kesehatan mengatakan, korset tidak bisa membakar lemak atau kalori.
Berat badan akan kembali seperti semula setelah korset dilepas, karena tidak ada perubahan metabolisme.
Pemakaian korset yang terlalu ketat atau terlalu lama bisa menimbulkan masalah kesehatan.
Masalah yang sering muncul termasuk sesak napas, iritasi kulit, hingga nyeri di bagian punggung.
Jika dipakai terus-menerus, korset dapat menekan organ dalam dan mengganggu pencernaan.
Pemakaian jangka panjang juga bisa mengganggu sirkulasi darah dan menyebabkan pusing.
Oleh karena itu, korset sebaiknya tidak dijadikan sebagai alat utama dalam program diet.
Program diet sehat tetap membutuhkan pola makan bergizi dan olahraga yang teratur.
Gunakan korset hanya sebagai pelengkap penampilan dan dukungan sesaat, bukan solusi utama.
(ed)
Editor : Priska Watung