GORONTALO POST - Topi sudah jadi bagian gaya hidup banyak orang, terutama anak muda yang ingin tampil keren dan stylish.
Namun, muncul pertanyaan: apakah terlalu sering memakai topi bisa bikin rambut rontok bahkan botak?
Pertanyaan ini sering muncul di media sosial dan forum, bikin banyak orang jadi ragu untuk tetap memakai topi setiap hari.
Sebagian percaya topi bisa membuat rambut “tertekan” sehingga mengurangi sirkulasi udara di kulit kepala.
Padahal, secara ilmiah, rambut tidak bernapas seperti manusia. Rambut tumbuh dari folikel di kulit kepala, bukan dari udara luar.
Menurut American Academy of Dermatology, kebotakan biasanya disebabkan oleh faktor genetik, hormon, dan usia.
Baca Juga: Ingin Kepala Botak Tetap Keren? Simak Perawatan Ini!
Jadi, memakai topi sebenarnya bukan faktor utama seseorang mengalami kebotakan.
Meski begitu, ada kondisi yang bisa membuat rambut rontok jika topi digunakan dengan cara salah.
Misalnya, memakai topi terlalu ketat dalam waktu lama dapat menimbulkan gesekan di kulit kepala.
Gesekan ini bisa membuat rambut rapuh, patah, atau rontok lebih cepat dari biasanya.
Dilansir dari Healthline, kondisi tersebut dikenal dengan istilah traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tekanan atau tarikan berlebih pada rambut.
Selain itu, topi yang kotor atau jarang dicuci bisa menimbulkan masalah kesehatan kulit kepala.
Keringat yang menumpuk di dalam topi bisa memicu ketombe, rasa gatal, bahkan infeksi jamur.
Jika kulit kepala tidak sehat, pertumbuhan rambut juga bisa terganggu.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus berhenti memakai topi untuk selamanya.
Solusinya cukup sederhana, yaitu pilih topi yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan rutin dibersihkan.
Selain itu, jaga kesehatan rambut dengan keramas teratur dan makan makanan bergizi agar akar rambut tetap kuat.
Buat anak muda, topi tetap bisa jadi aksesoris keren asalkan tahu cara pakai yang benar.
Jadi, jangan takut tampil stylish dengan topi, asal tetap perhatikan kebersihan dan kesehatan rambutmu.
Intinya, kebotakan lebih dipengaruhi genetik dan hormon, bukan sekadar karena suka pakai topi setiap hari.
Dengan begitu, gaya tetap keren, rambut juga tetap aman.
(ed)
Editor : Priska Watung