Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tren Kalung: Gaya Hidup atau Kebiasaan yang Punya Dampak Tersembunyi?

Priska Watung • Rabu, 10 September 2025 | 17:02 WIB
Photo
Photo

GORONTALO POST - Kalung sudah lama menjadi bagian dari fashion, terutama bagi wanita. Benda kecil ini dianggap mampu mempercantik penampilan sehari-hari.

Banyak orang merasa lebih percaya diri saat memakai kalung. Aksesoris ini sering dianggap mampu menambah kesan elegan atau manis.

Dilansir dari Vogue, tren penggunaan kalung terus meningkat karena gaya mix and match yang kini populer di kalangan anak muda.

Namun, terlalu sering menggunakan kalung ternyata bisa menimbulkan beberapa masalah, baik dari sisi kesehatan maupun kenyamanan.

Salah satunya adalah iritasi kulit. Bahan kalung tertentu, seperti nikel atau logam campuran, bisa menyebabkan alergi pada kulit sensitif.

Menurut American Academy of Dermatology, dermatitis kontak sering terjadi akibat logam pada aksesoris, termasuk kalung.

Baca Juga: Pemberdayaan BRI Bawa Pengusaha UMKM Aksesoris Fashion Tembus Pasar Internasional

Selain iritasi, kalung juga bisa meninggalkan bekas hitam di kulit jika sering digunakan dalam waktu lama.

Beberapa orang bahkan merasa leher menjadi gatal atau perih karena keringat bercampur dengan logam kalung.

Dari sisi kesehatan, pemakaian kalung terlalu ketat juga bisa mengganggu pernapasan atau menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kalung berbahan berat, seperti rantai tebal, dapat menekan area leher dan membuat otot terasa pegal.

Tidak hanya itu, tidur dengan kalung juga berisiko. Kalung bisa melilit leher tanpa disadari dan menimbulkan bahaya.

Meski begitu, banyak orang tetap memilih memakainya karena alasan fashion. Kalung dianggap sebagai pelengkap outfit wajib.

Kalung juga sering digunakan untuk mengekspresikan identitas diri. Ada yang memakai kalung salib, liontin khusus, atau perhiasan keluarga.

Di sisi lain, harga kalung bisa mencerminkan status sosial. Perhiasan emas atau berlian kerap jadi simbol kemewahan.

Meski begitu, ada baiknya pemakai kalung rutin melepasnya, terutama saat tidur atau beraktivitas berat.

Membersihkan kalung juga penting agar tidak menimbulkan masalah kulit akibat kotoran atau sisa keringat.

Pemilihan bahan kalung juga harus diperhatikan. Bahan hypoallergenic seperti emas asli atau titanium lebih aman untuk kulit sensitif.

Dengan perawatan yang tepat, kebiasaan menggunakan kalung bisa tetap menyenangkan tanpa menimbulkan efek negatif.

Pada akhirnya, kalung hanyalah pelengkap. Kenyamanan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama.

(ed)

Editor : Priska Watung
#kulit #kalung #manfaat #GayaHidup #kesehatan