Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gaya Hidup Sehat: Bahaya Tersembunyi dari Kebiasaan Makan Tepung

Priska Watung • Selasa, 16 September 2025 | 16:44 WIB
Photo
Photo

GORONTALO POST - Kebiasaan makan tepung dalam berbagai bentuk seperti roti, mie, dan kue sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, jika terlalu berlebihan, bisa membawa dampak yang kurang baik untuk kesehatan.

Tepung terigu misalnya, sering dijadikan bahan utama dalam makanan cepat saji. Rasanya memang enak, tapi tubuh kita bisa terdampak jika tidak bijak mengonsumsinya.

Menurut para ahli kesehatan, makanan yang terlalu sering berbahan tepung bisa meningkatkan kadar gula darah lebih cepat. Hal ini disebabkan karena tepung olahan mudah dicerna oleh tubuh.

Jika kadar gula darah sering naik turun, risiko penyakit diabetes juga meningkat. Inilah salah satu bahaya utama dari kebiasaan makan terlalu banyak tepung.

Selain itu, tepung yang sudah diolah biasanya mengandung sedikit serat. Padahal, serat sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.

Kekurangan serat bisa membuat seseorang lebih mudah mengalami sembelit. Ini bisa mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Baca Juga: Protein, Zat Besi, dan Lebih Banyak Lagi: Inilah Kebaikan Daging untuk Tubuh

Kebiasaan makan tepung dalam jumlah banyak juga bisa menambah berat badan. Pasalnya, kalori dari tepung cukup tinggi.

Dilansir dari Medical News Today, makanan olahan berbasis tepung biasanya rendah gizi namun tinggi kalori. Akibatnya, tubuh kenyang sebentar tapi cepat lapar kembali.

Inilah mengapa banyak orang yang mengonsumsi makanan berbasis tepung lebih mudah mengalami obesitas. Obesitas sendiri bisa memicu berbagai penyakit serius.

Salah satunya adalah penyakit jantung. Karena berat badan berlebih bisa menekan kerja jantung.

Selain itu, makan tepung terlalu sering juga bisa membuat wajah lebih mudah berjerawat. Beberapa penelitian mengaitkan makanan olahan dengan kondisi kulit.

Meskipun begitu, bukan berarti kita harus berhenti total makan makanan berbahan tepung. Kuncinya ada pada porsi dan keseimbangan.

Mengganti sebagian konsumsi tepung dengan biji-bijian utuh (whole grain) bisa menjadi pilihan yang lebih sehat. Whole grain mengandung lebih banyak serat dan vitamin.

Contohnya roti gandum, oatmeal, atau pasta dari gandum utuh. Makanan ini lebih lama dicerna tubuh sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, perbanyak makan sayur dan buah segar agar kebutuhan serat tetap tercukupi. Dengan begitu, risiko masalah pencernaan bisa berkurang.

Minum cukup air putih juga sangat penting, terutama jika sering makan makanan berbahan tepung. Air akan membantu proses pencernaan lebih lancar.

Para ahli menyarankan agar pola makan lebih seimbang. Jangan hanya mengandalkan tepung sebagai sumber energi utama.

Jika pola makan sehat sudah dibiasakan sejak dini, risiko penyakit bisa ditekan. Tubuh pun lebih bugar dan berenergi.

Jadi, bijaklah dalam mengonsumsi tepung. Nikmati secukupnya, tapi jangan sampai berlebihan.

(ed)

Editor : Priska Watung
#konsumsi #manfaat #obesitas #kebiasaan #pencernaan