GORONTALO POST - Sarapan sering dianggap hal sepele, padahal sebenarnya sangat penting bagi kesehatan tubuh. Banyak orang justru memilih melewatkannya karena alasan sibuk atau tidak terbiasa.
Kebiasaan mengesampingkan sarapan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang. Tubuh yang seharian aktif butuh energi sejak pagi.
Menurut penelitian dari Harvard Medical School, orang yang jarang sarapan berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan asupan energi di awal hari.
Tidak hanya itu, kebiasaan melewatkan sarapan juga bisa membuat metabolisme tubuh menurun. Akibatnya, pembakaran kalori tidak berjalan optimal.
Baca Juga: Wajib Coba! Sarapan Sehat, Energi Seharian
Anak-anak yang jarang sarapan biasanya lebih sulit berkonsentrasi di sekolah. Dilansir dari American Dietetic Association, sarapan dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.
Bagi orang dewasa, menghindari sarapan bisa memicu rasa lapar berlebihan di siang hari. Akibatnya, porsi makan siang menjadi tidak terkendali.
Kebiasaan ini juga sering dikaitkan dengan naiknya berat badan. Hal ini karena tubuh cenderung "membalas dendam" dengan menyimpan lebih banyak lemak.
Sarapan yang sehat sebaiknya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Contohnya adalah oatmeal dengan buah, roti gandum dengan telur, atau smoothie sayur.
Melewatkan sarapan juga bisa menyebabkan tubuh cepat lelah dan mudah mengantuk. Hal ini tentu mengganggu produktivitas kerja atau belajar.
Kadar gula darah juga bisa turun drastis ketika kita tidak sarapan. Akibatnya, tubuh bisa merasa gemetar, pusing, atau sulit fokus.
Bahkan, kebiasaan ini juga memengaruhi suasana hati. Orang yang tidak sarapan lebih mudah stres dan sensitif.
Banyak orang beralasan tidak lapar di pagi hari, padahal itu bisa dilatih. Membiasakan sarapan dengan porsi kecil dapat membantu tubuh beradaptasi.
Ada pula yang memilih kopi sebagai pengganti sarapan. Padahal, kafein tanpa makanan hanya akan membuat asam lambung naik.
Jika tidak punya waktu, menyiapkan sarapan sederhana dari malam hari bisa menjadi solusi. Misalnya overnight oats atau sandwich sehat.
Sarapan tidak harus selalu berat. Yang penting ada asupan bergizi untuk memulai hari dengan baik.
Melewatkan sarapan sesekali mungkin tidak berbahaya, tetapi menjadikannya kebiasaan jelas merugikan kesehatan.
Para ahli gizi sepakat bahwa sarapan adalah salah satu pilar gaya hidup sehat. Dengan sarapan, tubuh siap menjalani aktivitas sepanjang hari.
Untuk itu, penting sekali mulai membiasakan sarapan sejak dini. Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Jangan lagi menyepelekan kebiasaan sarapan. Satu piring kecil makanan sehat di pagi hari bisa menjaga kesehatan jangka panjang.
(ed)
Editor : Priska Watung