GORONTALO POST - Handuk adalah benda yang hampir setiap hari kita gunakan setelah mandi.
Fungsinya sederhana, yaitu mengeringkan tubuh dari air.
Namun, banyak orang yang sering lupa atau malas mencuci handuk secara rutin.
Padahal, kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang tidak boleh disepelekan.
Handuk yang dipakai berulang kali akan menjadi lembap.
Baca Juga: Sarapan Bukan Sekadar Rutinitas: Bahaya Mengabaikan Kebiasaan Penting Ini
Kondisi lembap adalah tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak.
Selain itu, sisa kotoran, sel kulit mati, hingga minyak tubuh juga bisa menempel di handuk.
Jika handuk kotor terus digunakan, kuman akan berpindah kembali ke kulit kita.
Hal ini bisa memicu iritasi, gatal-gatal, bahkan jerawat di kulit.
Lebih parah lagi, handuk kotor dapat menjadi sarang bakteri berbahaya seperti E. coli.
E. coli biasanya berasal dari area tubuh yang terkontaminasi saat kita mengeringkan badan.
Infeksi akibat bakteri ini bisa menyebabkan masalah serius, seperti diare atau infeksi kulit.
Jamur juga sering tumbuh pada handuk yang jarang dicuci.
Jamur ini bisa memicu penyakit kulit seperti panu, kurap, atau kutu air.
Bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah, risiko infeksi semakin besar.
Handuk kotor juga bisa menimbulkan bau tidak sedap yang sulit dihilangkan.
Jika sudah parah, meski dicuci, baunya bisa tetap tertinggal karena bakteri sudah menempel kuat.
Para ahli kesehatan menyarankan agar handuk dicuci minimal 2–3 kali dalam seminggu.
Selain itu, sebaiknya handuk dijemur di tempat terbuka agar cepat kering dan tidak lembap.
Mengganti handuk secara rutin juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga kebersihan.
Jadi, jangan remehkan kebiasaan kecil mencuci handuk.
Karena dengan menjaga handuk tetap bersih, kita juga menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
(ed)
Editor : Priska Watung