GORONTALO POST - Tas dukung atau tas gendong adalah pilihan favorit banyak orang.
Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja, banyak yang menggunakan tas ini setiap hari.
Alasannya sederhana: tas dukung praktis, bisa menampung banyak barang, dan mudah dibawa.
Namun, kebiasaan menggunakan tas dukung ternyata bisa menimbulkan risiko kesehatan jika tidak diperhatikan dengan benar.
Tas dukung yang terlalu berat dapat memberi tekanan berlebih pada bahu dan punggung.
Kondisi ini bisa menyebabkan otot tegang dan nyeri di sekitar leher hingga punggung bawah.
Jika dilakukan terus-menerus, posisi tubuh bisa menjadi bungkuk.
Baca Juga: Jarang Cuci Handuk, Benarkah Bisa Bahaya untuk Kesehatan?
Postur tubuh yang salah dapat berujung pada masalah tulang belakang jangka panjang.
Beberapa penelitian menunjukkan anak sekolah paling rentan mengalami hal ini.
Hal itu karena mereka sering membawa buku dan barang yang terlalu banyak dalam tas dukung.
Selain itu, cara membawa tas juga memengaruhi risiko.
Jika hanya menggantungkan tas di satu bahu, beban tubuh akan tidak seimbang.
Kebiasaan ini bisa memicu nyeri pada bahu sebelah, bahkan membuat tulang miring.
Tas dukung yang dipakai terlalu rendah juga berbahaya.
Semakin rendah posisi tas, semakin besar tekanan pada tulang belakang.
Tidak hanya tulang dan otot, kebiasaan ini juga bisa mengganggu sistem saraf.
Tekanan berlebih dari tali tas bisa menekan saraf di bahu, menimbulkan rasa kesemutan atau mati rasa di tangan.
Meski begitu, bukan berarti tas dukung tidak boleh digunakan.
Tas dukung tetap aman jika digunakan dengan cara yang tepat.
Pilih tas dengan bantalan empuk pada tali bahu dan punggung.
Atur posisi tas agar menempel pas di punggung, bukan menggantung rendah.
Pastikan juga berat tas tidak lebih dari 10–15% berat badan pengguna.
Dengan cara ini, tas dukung bisa tetap nyaman tanpa membahayakan tubuh
Editor : Priska Watung