GORONTALO POST - Beberapa tahun terakhir, penggunaan tumbler semakin populer di kalangan anak muda.
Banyak orang membawa tumbler ke kampus, kantor, hingga jalan-jalan.
Bentuknya yang beragam dan warnanya yang menarik membuat tumbler jadi bagian dari gaya hidup.
Namun, muncul pertanyaan: apakah ini sekadar tren atau memang bermanfaat?
Tumbler adalah botol minum yang bisa dipakai berulang kali.
Berbeda dengan botol plastik sekali pakai, tumbler dianggap lebih ramah lingkungan.
Selain itu, tumbler biasanya terbuat dari bahan seperti stainless steel, kaca, atau plastik bebas BPA.
Bahan-bahan tersebut lebih aman dibanding plastik biasa yang bisa melepaskan zat berbahaya.
Salah satu manfaat terbesar tumbler adalah mengurangi sampah plastik.
Menurut berbagai penelitian, botol plastik sekali pakai menjadi penyumbang sampah terbanyak di dunia.
Baca Juga: Hobi Minum Es Teh, Apakah Bisa Merusak Ginjal?
Dengan membawa tumbler sendiri, kita bisa ikut menekan jumlah sampah plastik.
Selain itu, tumbler juga bisa menghemat biaya.
Bayangkan jika setiap hari membeli air kemasan, pasti pengeluaran lebih besar.
Dengan tumbler, kita hanya perlu isi ulang air dari rumah atau dispenser.
Bukan hanya itu, tumbler juga bisa membantu menjaga kesehatan.
Beberapa tumbler punya insulasi yang bisa menjaga suhu minuman lebih lama.
Air tetap dingin atau tetap hangat sesuai kebutuhan kita.
Kebiasaan membawa tumbler juga bisa memotivasi orang lebih rajin minum air putih.
Tumbler yang lucu atau stylish bisa jadi pengingat untuk sering minum.
Namun, ada juga sisi negatif jika tumbler dipakai hanya sebagai tren.
Banyak orang membeli lebih dari satu tumbler hanya karena desainnya.
Hal ini justru bisa menimbulkan masalah baru berupa konsumsi berlebihan.
Selain itu, tumbler yang jarang dicuci bisa menjadi sarang bakteri.
Kebersihan sangat penting, terutama pada bagian tutup dan sedotan.
Jika tidak dibersihkan dengan benar, tumbler bisa berbahaya bagi kesehatan.
Jadi, apakah tumbler hanya tren? Jawabannya tergantung pada cara kita memakainya.
Kalau dipakai terus menerus dan dirawat dengan baik, tumbler jelas bermanfaat.
Tapi kalau hanya untuk gaya dan akhirnya menumpuk di rumah, itu hanya tren sesaat.
Kuncinya adalah bijak menggunakan tumbler sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut-ikutan.
Dengan begitu, manfaat tumbler untuk kesehatan, keuangan, dan lingkungan bisa benar-benar terasa.
(ed)
Editor : Priska Watung