GORONTALOPOST - Jika kamu pengguna HP OnePlus, terutama model terbaru, ada kabar kurang menyenangkan: ponselmu mungkin sedang dalam risiko besar akibat celah keamanan yang mengekspos data SMS dan MMS secara diam-diam.
Menurut laporan dari perusahaan keamanan siber Rapid7, mayoritas perangkat OnePlus yang menjalankan OxygenOS 12, 14, dan 15 (berbasis Android) terpengaruh oleh bug serius yang memungkinkan aplikasi mengakses pesan teks tanpa izin atau interaksi dari pengguna.
Bagaimana Bug Ini Terjadi?
Celah ini muncul akibat modifikasi yang dilakukan OnePlus pada layanan Telephony bawaan Android. Artinya, perubahan internal pada sistem membuka jalan bagi aplikasi terinstal untuk membaca isi pesan tanpa persetujuan.
Fakta penting yang ditemukan Rapid7:
-
Celah tidak ditemukan di OxygenOS 11 (rilis 2020, berbasis Android 11)
-
OnePlus 8T dan 10 Pro 5G jadi perangkat uji, tapi bug ini tidak bergantung pada tipe perangkat
-
Bug menyasar komponen inti Android, jadi hampir semua perangkat OnePlus modern berisiko
OnePlus sendiri sudah mengakui masalah ini. Dalam pernyataan resminya kepada 9to5Google, mereka menyebut telah menyusun perbaikan, tapi update global baru akan dirilis pertengahan Oktober 2025.
Apa yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang?
Sambil menunggu tambalan resmi, Rapid7 menyarankan langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko kebocoran data:
-
Hanya install aplikasi dari sumber tepercaya (misalnya Google Play Store)
-
Hapus aplikasi yang tidak digunakan
-
Gunakan aplikasi pesan terenkripsi, seperti Signal atau WhatsApp
-
Hindari verifikasi 2 langkah via SMS, beralihlah ke aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau Authy
Mengapa Baru Terungkap Sekarang?
Rapid7 pertama kali menemukan celah ini dan mencoba menghubungi OnePlus secara pribadi. Namun, setelah gagal mendapat respons dan melihat kebijakan bug bounty OnePlus yang terlalu ketat (dengan NDA yang membatasi), mereka akhirnya memilih melakukan pengungkapan publik.
OnePlus baru memberikan respon dua hari setelah pengumuman resmi dari Rapid7 di blog mereka.
(HL)
Editor : Priska Watung