Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kebiasaan Ini Menggunakan Anting Berbahaya? Yuk Simak!

Priska Watung • Jumat, 17 Oktober 2025 | 21:42 WIB

GORONTALO POST - Anting memang bisa mempercantik penampilan dan membuat kita lebih percaya diri.

Namun, tahukah kamu kalau kebiasaan memakai anting tanpa memperhatikan kebersihan bisa berbahaya bagi kesehatan telinga?

Salah satu bahaya paling umum adalah infeksi di sekitar lubang tindik.
Infeksi bisa terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil setelah tindik.

Tanda-tandanya antara lain kemerahan, nyeri, bengkak, atau bahkan keluar cairan seperti nanah.
Kalau tidak segera diobati, infeksi bisa makin parah dan merusak jaringan telinga.

Selain infeksi, bahaya lain yang sering terjadi adalah alergi terhadap logam.
Sebagian besar orang tidak sadar kalau anting yang mereka pakai mengandung logam seperti nikel atau kadmium.

Logam-logam ini bisa menyebabkan kulit gatal, ruam, bahkan luka melepuh di sekitar telinga.
Biasanya, reaksi ini terjadi pada orang yang kulitnya sensitif terhadap logam tertentu.

Bahan anting murah sering kali tidak steril dan mengandung bahan kimia berbahaya.
Kalau dipakai terlalu lama, bisa menimbulkan iritasi jangka panjang atau infeksi kulit serius.

Kebiasaan memakai anting terlalu berat juga bisa merobek lobus telinga.
Lubang tindik bisa melebar atau bahkan sobek jika anting terus menarik kulit ke bawah.

Baca Juga: Kebiasaan Menonton Drakor Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Beberapa orang punya kebiasaan mengganti anting setiap hari tanpa mencuci tangan.
Padahal, tangan yang kotor bisa membawa kuman dan memperparah risiko infeksi.

Tidur sambil memakai anting juga bisa menyebabkan luka atau iritasi karena gesekan dengan bantal.
Selain itu, gesekan terus-menerus bisa memperlambat proses penyembuhan luka tindik.

Kebiasaan berenang di kolam setelah tindik juga sebaiknya dihindari.
Air kolam mengandung bakteri yang bisa masuk ke luka dan menyebabkan infeksi parah pada cartilage (bagian keras telinga).

Bila tidak dirawat dengan baik, infeksi di bagian cartilage bisa menyebabkan bentuk telinga berubah.
Dalam beberapa kasus, infeksi berat bisa membuat jaringan luar telinga mengeras atau bengkak permanen.

Bahaya lain yang sering tidak disadari adalah terbentuknya keloid — benjolan kecil di sekitar luka tindik.
Keloid bisa tumbuh besar dan sulit dihilangkan meski sudah diobati.

Kondisi ini sering muncul pada orang dengan kulit sensitif atau yang pernah mengalami luka parut besar sebelumnya.
Biasanya, dokter menyarankan perawatan laser atau suntikan untuk mengecilkan keloid.

Untuk menghindari risiko tadi, sebaiknya pilih anting dari bahan aman seperti titanium, stainless steel medis, atau emas murni.
Hindari logam campuran murah yang tidak jelas komposisinya.

Selalu jaga kebersihan area tindik dengan cairan garam steril (saline).
Bersihkan dua kali sehari dan hindari menyentuh anting terlalu sering.

Kalau muncul tanda-tanda infeksi seperti nyeri, bengkak, atau keluar cairan, segera hentikan pemakaian anting.
Pergilah ke dokter agar bisa diberikan perawatan dan obat yang sesuai.

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik atau membersihkan area luka agar tidak menyebar lebih jauh.
Yang paling penting, jangan memaksakan memakai anting saat telinga belum sembuh total.

Dengan perawatan yang benar, kamu tetap bisa tampil stylish tanpa mengorbankan kesehatan.
Jadi, mulai sekarang, yuk lebih hati-hati dalam memilih dan memakai anting!

(ed)

Editor : Priska Watung
#anting #alergi #GayaHidup #infeksi #kebiasaan