GORONTALO POST - Pernah merasa cemas kalau ketinggalan acara seru, tren baru, atau postingan teman di media sosial?
Nah, itu tandanya kamu sedang mengalami FOMO alias Fear of Missing Out.
FOMO adalah perasaan takut ketinggalan sesuatu yang dianggap penting atau seru di sekitar kita.
Istilah ini makin populer karena banyak orang merasakannya sejak media sosial jadi bagian besar dari hidup.
Kita sering melihat orang lain terlihat bahagia, sukses, atau punya kehidupan keren di internet.
Padahal, belum tentu semua yang terlihat di media sosial itu benar-benar menggambarkan kenyataan.
Tapi, sayangnya, pikiran kita sering menilai diri sendiri lebih rendah dari orang lain.
Inilah yang bikin kita terus merasa kurang, gelisah, bahkan gak tenang setiap hari.
FOMO bisa bikin seseorang terus ingin ikut tren agar merasa diterima oleh lingkungan.
Contohnya, beli barang yang sama dengan teman hanya supaya gak dibilang “nggak update”.
Baca Juga: Kebiasaan Makan Makanan High Protein Justru Bikin Gemuk? Simak Penjelasannya!
Atau ikut nongkrong padahal sebenarnya capek, cuma takut dibilang gak gaul.
Kalau dibiarkan terus, gaya hidup kayak gini bisa bikin stres dan kehilangan jati diri.
Kita jadi sulit fokus pada hal yang benar-benar penting buat diri sendiri.
Selain itu, FOMO juga bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti cemas berlebihan dan sulit tidur.
Sebab, otak terus aktif membandingkan diri dengan orang lain, bahkan tanpa disadari.
FOMO juga sering bikin seseorang menghabiskan banyak waktu di ponsel.
Padahal, terlalu lama main media sosial bisa membuat otak kelelahan dan menurunkan konsentrasi.
Kebiasaan ini juga bisa bikin hubungan di dunia nyata jadi renggang.
Karena kita lebih sibuk memperhatikan dunia maya daripada berbicara langsung dengan orang sekitar.
Menariknya, banyak penelitian menunjukkan kalau orang dengan tingkat FOMO tinggi cenderung kurang bahagia.
Mereka lebih sering merasa iri, cemas, dan gak puas dengan hidup yang sedang dijalani.
Tapi kabar baiknya, FOMO bisa dikendalikan, kok!
Caranya, dengan belajar untuk JOMO atau Joy of Missing Out — menikmati momen tanpa merasa takut tertinggal.
Dengan JOMO, kamu bisa lebih fokus pada diri sendiri, bukan apa yang orang lain lakukan.
Cobalah batasi waktu bermain media sosial setiap harinya.
Gunakan waktu luang untuk hal positif seperti membaca, olahraga, atau ngobrol langsung dengan teman.
Kamu juga bisa menulis jurnal untuk mencatat hal-hal yang kamu syukuri setiap hari.
Dengan begitu, kamu akan lebih sadar bahwa hidupmu juga punya banyak hal baik.
Ingat, kamu gak perlu selalu ikut tren untuk merasa berharga.
Yang penting adalah tetap jadi diri sendiri dan hidup dengan tenang sesuai ritmemu.
Karena pada akhirnya, hidup yang bahagia bukan tentang selalu “ikut”, tapi tentang bisa merasa cukup.
(ed)
Editor : Priska Watung