GORONTALO POST - Selama ini, kita terbiasa menggunakan tisu putih lembut dari bahan serat kayu.
Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan, banyak orang mulai beralih ke tisu bambu.
Tisu bambu terbuat dari serat alami bambu yang tumbuh cepat tanpa perlu pestisida.
Berbeda dari tisu konvensional, bahan bakunya bisa diperbarui dengan mudah dan lebih ramah lingkungan.
Bambu dapat tumbuh hingga satu meter per hari, sehingga menjadi sumber bahan yang berkelanjutan.
Selain itu, produksi tisu bambu menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibanding tisu dari pohon.
Beberapa orang mengaku beralih ke tisu bambu karena ingin mengurangi penebangan hutan.
Menariknya, tisu bambu juga memiliki tekstur yang halus dan kuat meski tanpa pemutih kimia.
Proses produksinya biasanya tidak menggunakan klorin, sehingga lebih aman bagi kulit sensitif.
Baca Juga: Hal Ini Bikin Rambut Rontok! Jangan-Jangan Kebiasaan Kamu?
Banyak pengguna merasakan perbedaan setelah mengganti tisu biasa dengan tisu bambu.
Kulit jadi tidak mudah iritasi, terutama bagi yang sering bersin atau memiliki alergi ringan.
Selain itu, tisu bambu lebih cepat terurai di alam, sehingga mengurangi sampah nonbiodegradable.
Beberapa produsen bahkan membuat kemasannya dari bahan daur ulang, menambah nilai ramah lingkungan.
Tisu bambu juga dinilai lebih higienis karena sifat antibakteri alami dari bambu.
Hal inilah yang membuat tisu bambu makin populer di kalangan keluarga muda dan pecinta produk alami.
Namun, ada juga yang menilai harga tisu bambu sedikit lebih mahal dibanding tisu biasa.
Meski begitu, banyak orang menganggap harga tersebut sepadan dengan manfaat dan dampak positifnya bagi bumi.
Perubahan kecil seperti mengganti jenis tisu bisa jadi langkah besar menuju gaya hidup berkelanjutan.
Jadi, kalau kamu ingin hidup lebih ramah lingkungan, mulai dari tisu bambu bisa jadi awal yang sederhana tapi bermakna.
(ed)
Editor : Priska Watung