GORONTALOPOST - Google dan Epic Games akhirnya mengakhiri pertarungan panjang di pengadilan—dan hasilnya bakal mengubah cara pengguna Android mengunduh dan membayar aplikasi di seluruh dunia.
Setelah bertahun-tahun berseteru soal tuduhan monopoli dan praktik anti-kompetitif, keduanya kini mencapai kesepakatan damai yang disebut-sebut akan “mengembalikan Android ke visinya sebagai platform terbuka.”
Namun, sebelum benar-benar berlaku, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan hakim.
Apa yang Berubah?
Kesepakatan ini memaksa Google untuk melakukan perubahan besar pada sistem distribusi aplikasi dan skema biaya di Play Store.
Beberapa poin pentingnya antara lain:
-
Biaya layanan Google dipangkas menjadi maksimal 20% atau 9%, tergantung jenis transaksi.
-
Toko aplikasi pihak ketiga akan lebih mudah diakses tanpa peringatan menakutkan seperti pada sideloading tradisional.
-
Google wajib mendukung sistem pembayaran alternatif, meski masih boleh menawarkan Google Play Billing sebagai opsi tambahan.
-
Perubahan ini akan berlaku secara global hingga setidaknya Juni 2032.
Pernyataan dari Kedua Pihak
-
Tim Sweeney, CEO Epic Games, menyebut kesepakatan ini sebagai “proposal luar biasa” yang memperkuat semangat keterbukaan Android.
-
Sameer Samat, petinggi Android di Google, menegaskan bahwa kesepakatan ini meningkatkan “pilihan dan kompetisi, tanpa mengorbankan keamanan pengguna.”
Detail Teknis & Implikasi
Berdasarkan dokumen pengadilan:
-
Pembelian yang memberi keuntungan dalam permainan—seperti peningkatan kekuatan atau loot box—akan dikenakan biaya hingga 20%.
-
Mikrotransaksi reguler di luar sistem Play Billing dikenakan 9%, dengan tambahan 5% jika tetap memakai sistem pembayaran Google.
-
Google juga akan menyediakan API baru untuk melacak transaksi pihak ketiga tanpa mengganggu sistem pembayaran non-Google.
Selain itu, Google setuju untuk meluncurkan sistem baru bernama “Registered App Stores.”
Artinya, pengguna nantinya bisa:
-
Menginstal toko aplikasi pihak ketiga hanya dengan satu klik,
-
Tanpa pop-up peringatan yang menakutkan,
-
Dan toko tersebut bisa memperbarui aplikasi secara otomatis, mirip dengan Play Store.
Kesepakatan antara Google dan Epic Games ini menandai akhir dari perang aplikasi mobile terbesar dalam sejarah Android.
Jika disetujui pengadilan, pengguna Android di seluruh dunia bakal menikmati kebebasan lebih besar, biaya aplikasi lebih rendah, dan pilihan toko aplikasi yang lebih beragam — tanpa harus keluar dari kenyamanan sistem Android.
(HL)
Editor : Priska Watung