GORONTALOPOST - Google tampaknya sedang menyiapkan langkah besar dalam dunia komputer. Setelah bertahun-tahun mengandalkan Chrome OS untuk jajaran Chromebook, kini perusahaan raksasa teknologi itu berencana menggabungkan Chrome OS dengan Android. Namun, sebelum kamu bersorak “akhirnya laptop Android datang juga!”, kabar ini sepertinya masih butuh waktu lama untuk benar-benar terwujud.
Chrome OS Mulai Menua, Android Siap Naik Tahta
Chrome OS memang berhasil bertahan lebih lama dari yang diperkirakan banyak pengguna PC. Namun, Google kini merasa perlu mengoptimalkan sumber daya tekniknya dan sekaligus bersaing dengan Apple, yang makin kuat dengan ekosistem macOS dan iPadOS-nya.
Langkah besar ini akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan, jadi jangan berharap laptop Android muncul di toko minggu depan ya!
Qualcomm dan Android 16 Jadi Kunci
Rumor terbaru datang dari analis teknologi @Jukanlosreve di platform X (dulu Twitter). Ia membocorkan bahwa Qualcomm tengah menguji Android 16 di chip seri Snapdragon X, termasuk varian X, X Plus, dan X Elite.
Chip ini menggunakan arsitektur Arm64, sama seperti chip ponsel, namun dirancang khusus untuk laptop tipis dan ringan.
Bocoran pentingnya antara lain:
-
Android 16 sudah muncul di repositori internal Qualcomm, dengan kode nama “Purwa” untuk seri Snapdragon X.
-
Terdapat referensi terhadap sistem seperti computer vision (CV), audio, Bluetooth FM (BTFM), dan kamera subsystem.
-
Perubahan ini dikaitkan dengan chip SC8380, yang dikenal sebagai bagian dari lini Snapdragon X.
-
Qualcomm juga sudah mulai mengerjakan generasi kedua Snapdragon X, tapi Android 16 belum diterapkan di versi itu.
Namun, semua bocoran ini belum menjadi jaminan bahwa nantinya akan ada laptop Android sungguhan yang dijual di pasaran. Saat ini, yang paling mungkin adalah tablet 2-in-1 dengan dukungan Android 16, bukan notebook penuh layaknya Windows atau macOS.
Masalahnya: Android Belum Punya “Desktop Mode” yang Matang
Meski Android sempat digadang-gadang akan punya desktop mode selama beberapa generasi, Google belum benar-benar memberikan solusi yang stabil dan user-friendly.
Belakangan, Google memang berjanji akan bekerja sama dengan Samsung (yang punya pengalaman lewat fitur DeX) untuk membangun tampilan desktop Android yang lebih fungsional.
Namun, sampai kita bisa:
-
Menjalankan multi-window tanpa kendala,
-
Menggunakan shortcut keyboard dengan lancar,
-
dan memiliki UI desktop yang stabil,
...semua ini masih sebatas harapan di udara.
Sementara Itu, Kompetitor Jalan Terus
Menariknya, saat Google masih di tahap eksperimen, Apple justru menyiapkan strategi sebaliknya: menggunakan chipset iPhone untuk menghadirkan MacBook versi hemat.
Sementara itu, Chromebook modern mulai mengadopsi chip ponsel demi efisiensi daya dan baterai yang tahan jauh lebih lama dibandingkan laptop berbasis x86 tradisional.
Jadi, meskipun ide “Android PC” terdengar sangat menarik — bayangkan fleksibilitas Android di layar besar laptop — kenyataannya, semua ini masih berada di tahap uji coba.
Untuk saat ini, masa depan laptop Android masih bergantung pada seberapa cepat Google bisa menyatukan Android dan Chrome OS menjadi satu sistem yang benar-benar siap pakai.
Kita tunggu saja, semoga kelak laptop Android bukan sekadar rumor, tapi benar-benar bisa dibuka dan dijalankan di atas meja kerja kamu!
(HL)
Editor : Priska Watung