Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tak Jadi Ketat, Sideloading Aplikasi di Android Masih Bisa, Tapi dengan Cara Baru

Priska Watung • Kamis, 13 November 2025 | 13:03 WIB
Google Android
Google Android

GORONTALOPOST - Setelah menuai kritik dari komunitas pengguna Android, Google akhirnya melunak terkait aturan baru tentang pemasangan aplikasi (sideloading) dari pengembang yang belum terverifikasi.

Pada akhir Agustus lalu, Google mengumumkan bahwa mulai tahun depan, Android akan memblokir pemasangan aplikasi dari pengembang yang tidak terverifikasi. Kebijakan ini sempat memicu kemarahan dari para pengguna berpengalaman dan pengembang independen karena dianggap membatasi kebebasan mereka untuk menginstal aplikasi dari luar Play Store.

Namun kini, Google mengumumkan langkah kompromi lewat pengenalan fitur baru bernama “advanced flow” — sebuah mekanisme yang memungkinkan pengguna berpengalaman untuk menyetujui risiko pemasangan aplikasi yang belum diverifikasi.

Dalam unggahan blog resminya, Google menjelaskan bahwa fitur ini ditujukan bagi pengguna dan pengembang yang memiliki toleransi risiko tinggi serta memahami potensi bahaya dari aplikasi tak terverifikasi. Fitur ini juga dirancang agar tidak mudah dimanipulasi oleh penipu yang mencoba memaksa pengguna melewati sistem keamanan Android. Nantinya, pengguna akan melihat peringatan yang sangat jelas sebelum melanjutkan proses instalasi, memastikan keputusan sepenuhnya ada di tangan mereka.

Google saat ini masih mengumpulkan umpan balik awal dan berencana membagikan detail lebih lanjut beberapa bulan ke depan. Meski belum dijelaskan seperti apa tampilannya, diharapkan sistem ini akan lebih sederhana dibandingkan metode ADB yang selama ini digunakan oleh pengguna berpengalaman untuk memasang aplikasi manual.

Selain itu, Google juga membuka program early access untuk verifikasi pengembang. Bagi pengembang yang mendistribusikan aplikasi di luar Play Store, undangan sudah mulai dikirim sejak 3 November 2025, sedangkan untuk pengembang di Play Store, undangan akan mulai dikirim pada 25 November 2025.

Tujuan utama kebijakan verifikasi ini, menurut Google, adalah meningkatkan keamanan dan melindungi pengguna dari aplikasi berbahaya. Perusahaan menyoroti meningkatnya kasus penipuan di Asia Tenggara, di mana pelaku kejahatan berpura-pura sebagai pihak bank dan mengarahkan korban untuk menginstal aplikasi “verifikasi” palsu. Aplikasi tersebut kemudian meminta akses notifikasi dan mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA) serta data sensitif lainnya.

Dengan mewajibkan verifikasi identitas pengembang, Google berharap pelaku kejahatan digital akan kesulitan membuat aplikasi berbahaya baru setelah yang lama diblokir. Pasalnya, mereka harus menggunakan identitas asli yang bisa dilacak.

Di sisi lain, kebijakan ini memang meningkatkan hambatan bagi pengembang pemula. Untuk itu, Google menyiapkan jenis akun khusus bagi pelajar dan pengembang hobi dengan syarat verifikasi lebih ringan dan tanpa biaya pendaftaran sebesar Rp400.000 (setara USD 25). Namun, akun ini hanya bisa mendistribusikan aplikasi ke sejumlah perangkat terbatas dan tidak bisa digunakan untuk publikasi di toko aplikasi.

Kebijakan baru ini masih dalam tahap pengembangan, dan Google menegaskan akan terus melibatkan komunitas dalam menyempurnakan mekanisme verifikasi sebelum aturan resmi diberlakukan tahun depan.

(HL)

Editor : Priska Watung
#Tech News #play store #Google Play #google developers #google android