GORONTALOPOST - Valve kembali bikin kejutan besar bagi para gamer! Perusahaan di balik platform distribusi game terbesar di dunia ini resmi mengumumkan tiga perangkat baru yang akan meluncur pada awal tahun 2026: Steam Controller generasi baru, Steam Machine mini-PC gaming, dan Steam Frame VR headset.
Ketiganya dirancang untuk melengkapi ekosistem Steam dan menghadirkan pengalaman bermain lintas platform — dari PC hingga realitas virtual. Meski Valve belum mengumumkan harga pastinya, ketiga perangkat ini dijadwalkan mulai dikirim setelah awal tahun 2026.
Steam Controller Baru: Lebih Presisi, Lebih Tahan Lama
Terinspirasi dari kesuksesan Steam Deck, controller terbaru ini hadir dengan thumbstick magnetik presisi generasi baru, trackpad ganda, sensor gyro, dan tombol grip penuh ukuran standar.
Valve menjanjikan daya tahan baterai hingga 35 jam sekali isi penuh, serta kompatibilitas luas — bisa digunakan dengan PC, Steam Deck, Steam Machine, dan Steam Frame VR. Dengan kombinasi fitur ini, kontroler tersebut tampaknya siap menjadi senjata utama para gamer multiplatform.
Steam Machine: PC Gaming Sekecil Kotak Rubik
Jika kamu ingin membawa pengalaman gaming PC ke ruang tamu, Steam Machine bisa jadi jawabannya. Bentuknya mungil — hanya sekitar 6 inci persegi — tapi di dalamnya tersimpan tenaga besar:
-
Prosesor: AMD Zen 4 (6 core / 12 thread)
-
GPU: Semi-custom AMD dengan dukungan ray tracing
-
RAM: 16GB DDR5
-
Penyimpanan: 512GB atau 2TB (bisa ditambah microSD)
Steam Machine menjalankan SteamOS, mendukung resolusi 4K 60fps berkat teknologi AMD FSR, dan tentunya kompatibel penuh dengan Steam Controller. Valve juga menyebut perangkat ini bisa digunakan dengan berbagai aksesori untuk pengalaman gaming yang fleksibel.
Steam Frame VR: Headset Canggih Serbaguna
Produk ketiga, Steam Frame, menjadi langkah serius Valve di dunia realitas virtual. Headset ini bisa digunakan untuk bermain game VR maupun non-VR, dan bahkan mendukung mode mandiri tanpa PC.
Spesifikasinya pun tidak main-main:
-
Layar: LCD 2160×2160 per mata
-
Refresh rate: 72–144Hz
-
FOV: 110 derajat
-
RAM: 16GB
-
Penyimpanan: 256GB / 1TB (bisa diperluas microSD)
-
Prosesor: Snapdragon khusus dengan SteamOS
Controller VR-nya memiliki tracking 6-DOF, sensor jari kapasitif, thumbstick magnetik, dan daya tahan hingga 40 jam menggunakan baterai AA. Desainnya diklaim ringan dan nyaman untuk sesi bermain panjang.
Valve menjelaskan bahwa ketiga produk ini dikembangkan sebagai kelanjutan dari kesuksesan Steam Deck, serta menjadi respons atas masukan dari komunitas gamer. “Kami ingin memperluas opsi bagi pengguna Steam sambil mempertahankan prinsip open platform,” tulis Valve dalam pernyataannya.
Meski harga belum diumumkan, banyak yang memperkirakan Steam Machine akan dibanderol di kisaran PC gaming menengah (sekitar Rp10–15 juta) jika menilik spesifikasinya.
Langkah ini juga menempatkan Valve dalam persaingan panas di dunia handheld dan perangkat gaming portabel, bersaing dengan Asus ROG Ally X, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw, sementara Sony masih mengandalkan PlayStation Portal.
Dengan kombinasi performa tinggi, desain kompak, dan konektivitas ekosistem Steam, Valve tampaknya siap menantang para pesaing besar di 2026.
(HL)
Editor : Priska Watung