GORONTALO POST - Banyak orang suka mencoba kacamata baca hanya untuk iseng atau karena merasa penglihatannya sedikit buram.
Padahal, memakai kacamata baca sebelum waktunya bisa memberi efek yang tidak baik untuk kesehatan mata.
Kacamata baca dibuat khusus untuk orang yang mengalami presbiopi, yaitu kondisi menurunnya kemampuan mata melihat dekat.
Biasanya kondisi ini terjadi pada orang dewasa yang usianya sudah di atas 40 tahun.
Kalau anak muda atau remaja memakai kacamata baca tanpa alasan medis, penglihatan bisa malah jadi tidak nyaman.
Salah satu risiko terbesar adalah mata menjadi cepat lelah.
Kacamata baca memiliki lensa yang memperbesar objek, sehingga otot mata dipaksa menyesuaikan fokus secara berlebihan.
Kalau dipakai terus-menerus, mata bisa terasa berat, pegal, dan berair.
Beberapa orang juga melaporkan mengalami pusing setelah memakai kacamata baca yang tidak sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Dampak Tidak Menggunakan Kacamata Saat Membaca
Ini karena otak dipaksa memproses gambar yang tidak “pas” dengan kemampuan mata sebenarnya.
Selain itu, memakai kacamata baca tanpa perlu bisa membuat mata jadi bergantung pada pembesaran lensa.
Akhirnya, mata terbiasa melihat objek dalam kondisi yang “dibantu”, bukan alami.
Akibatnya, saat kacamata dilepas, penglihatan terasa makin buram atau tidak nyaman.
Kebiasaan ini dapat mengganggu sistem fokus alami mata, terutama pada anak muda yang sebenarnya masih punya kemampuan fokus sangat baik.
Bahkan, jika dilakukan sering, mata bisa jadi lebih mudah tegang dan sensitif terhadap cahaya.
Hal ini membuat aktivitas seperti membaca, belajar, atau menatap layar gadget jadi terasa lebih melelahkan.
Beberapa orang juga merasa jarak pandang dekat jadi tidak stabil setelah terlalu sering mencoba kacamata baca.
Padahal, masalahnya bukan di mata mereka, melainkan karena pemakaian kacamata yang salah.
Kalau kamu merasa pandangan dekatmu sedikit kabur, hal itu belum tentu berarti harus pakai kacamata baca.
Kadang, penyebabnya hanya kelelahan mata akibat terlalu lama menatap layar.
Atau bisa juga karena kurang cahaya saat membaca dan kurang berkedip saat fokus.
Kebiasaan buruk ini bisa dicegah dengan menjaga kesehatan mata secara alami.
Seperti melakukan aturan 20-20-20, beristirahat dari layar, dan memastikan pencahayaan cukup.
Kalau memang merasa ada masalah penglihatan, lebih baik periksa ke dokter mata daripada coba-coba sendiri.
Dengan begitu, kamu bisa tahu apakah benar butuh kacamata atau hanya perlu mengubah kebiasaan sehari-hari.
Yang jelas, jangan asal mencoba kacamata baca kalau belum waktunya, ya!
Karena bisa jadi, bukannya membantu, malah bikin mata makin tidak nyaman.
(ed)
Editor : Priska Watung