GORONTALO POST - Rasa gatal-gatal pada kulit memang bikin tidak nyaman, apalagi kalau muncul tiba-tiba dan sering berulang.
Banyak orang menganggap gatal itu hal sepele, tapi sebenarnya ada banyak penyebab yang bisa memicunya.
Menurut para ahli kesehatan kulit, gatal terjadi ketika saraf pada kulit bereaksi terhadap iritasi atau peradangan.
Reaksi ini kemudian mengirim sinyal ke otak sehingga muncul sensasi ingin menggaruk.
Salah satu penyebab paling umum adalah kulit kering, terutama jika kamu sering berada di ruangan ber-AC atau kurang minum air.
Kulit kering membuat lapisan pelindung kulit melemah sehingga mudah terasa perih dan gatal.
Selain itu, alergi juga bisa menjadi pemicu utama gatal-gatal pada banyak orang.
Menurut American Academy of Dermatology, alergi bisa terjadi karena makanan, debu, bulu hewan, hingga produk kosmetik tertentu.
Gatal-gatal juga dapat muncul karena gigitan serangga seperti nyamuk atau semut yang menyebabkan reaksi tubuh.
Biasanya, tanda-tandanya berupa bentol kecil yang terasa perih atau panas.
Kondisi stres dan pikiran yang terlalu tegang juga bisa memperburuk gatal.
Stres membuat tubuh memproduksi hormon tertentu yang memicu peradangan pada kulit.
Beberapa penyakit kulit seperti eksim, dermatitis, atau psoriasis juga dapat menyebabkan rasa gatal yang berkepanjangan.
Baca Juga: Kebiasaan Ini Buat Kulit Kering!
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit-penyakit ini termasuk kondisi yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Kebiasaan mandi dengan air terlalu panas juga dapat merusak kelembapan alami kulit.
Jika kulit sudah kehilangan minyak alaminya, risiko gatal akan meningkat.
Penggunaan sabun atau skincare yang terlalu keras untuk kulit bisa menyebabkan iritasi.
Bahan kimia tertentu dapat membuat kulit memerah, panas, dan akhirnya gatal.
Keringat yang menumpuk setelah beraktivitas juga dapat menjadi pemicu karena bakteri mudah berkembang.
Inilah sebabnya mandi setelah olahraga sangat dianjurkan untuk mencegah iritasi.
Lingkungan yang terlalu panas atau terlalu lembap juga bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif.
Perubahan cuaca yang ekstrem sering membuat kulit tidak stabil dan lebih mudah gatal.
Meski begitu, sebagian besar kasus gatal bisa dicegah dengan perawatan sederhana seperti menjaga kebersihan dan kelembapan kulit.
Menggunakan lotion, minum air cukup, dan menghindari pemicu alergi bisa membantu mencegah gatal datang kembali.
Jika gatal terus berulang atau disertai ruam, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter kulit.
Penanganan sejak dini bisa membantu mencegah kondisi makin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. (ed)
Editor : Priska Watung