Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Lansia Alami Perubahan Perilaku? Bisa Jadi Awal Demensia

Nur Fadilah • Kamis, 27 November 2025 | 12:47 WIB


Ilustrasi orang tua yang mengalami demensia. (Freepik)
Ilustrasi orang tua yang mengalami demensia. (Freepik)

 

GORONTALOPOST -Pikun memang kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, ketika kondisi lupa mulai muncul lebih sering, mengganggu aktivitas harian, atau bahkan membuat orang tua tampak seperti “berubah”, bisa jadi itu bukan sekadar pikun biasa melainkan tanda awal demensia yang mulai berkembang.

Pikun vs Demensia: Apa Bedanya?

Pikun biasa biasanya hanya berupa lupa kecil yang tidak mengganggu fungsi sehari-hari, misalnya lupa meletakkan kunci atau nama seseorang. Namun, demensia adalah gangguan yang lebih serius dan bersifat progresif. Kondisi ini memengaruhi kemampuan berpikir, ingatan, perilaku, hingga kemampuan untuk melakukan kegiatan rutin.

Pada tahap awal, demensia sering tampak seperti pikun ringan. Tetapi jika tidak diwaspadai, kondisinya dapat memburuk dan membuat penderita kehilangan kemandirian.

Tanda-Tanda Demensia yang Perlu Diwaspadai

Berikut sejumlah gejala yang umum muncul dan patut menjadi perhatian:

  1. Lupa yang semakin sering dan mengganggu
    Contohnya lupa peristiwa penting, menanyakan hal yang sama berulang kali, atau lupa jalan pulang.

  2. Kesulitan melakukan aktivitas yang biasa dilakukan
    Misalnya kesulitan mengatur keuangan, memasak resep yang biasa, atau menggunakan alat rumah tangga.

  3. Kebingungan soal waktu dan tempat
    Penderita bisa bingung hari ini tanggal berapa, atau tiba-tiba merasa ada di tempat yang berbeda.

  4. Perubahan perilaku dan mood
    Lebih mudah marah, menarik diri dari keluarga, tidak peduli dengan kebersihan diri, atau tampak apatis.

  5. Kesulitan berkomunikasi
    Sering berhenti di tengah percakapan, kesulitan menemukan kata, atau salah menyebutkan nama benda.

Penyebab dan Faktor Risiko

Demensia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis seperti Alzheimer, stroke, atau gangguan degeneratif saraf lainnya. Faktor risiko yang sering ditemukan antara lain:

Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga?

Keluarga memiliki peran penting untuk mendeteksi dini dan mendampingi orang tua yang mulai menunjukkan gejala. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Ajak konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan kognitif lebih lanjut.

  2. Perbaiki pola hidup, seperti mengatur makan sehat, aktivitas fisik ringan, dan tidur cukup.

  3. Stimulasi otak melalui permainan sederhana, membaca, atau aktivitas sosial.

  4. Jaga lingkungan tetap aman, misalnya menghindari barang berbahaya atau memasang pengingat visual.

Semakin Dini Terdeteksi, Semakin Baik Penanganannya

Demensia tidak bisa disembuhkan, namun gejalanya bisa diperlambat dengan penanganan yang tepat. Karena itu, penting bagi keluarga untuk tidak menyepelekan perubahan perilaku atau peningkatan frekuensi pikun pada orang tua.

Jika orang tua Anda mulai menunjukkan tanda-tanda pikun yang makin parah, jangan tunggu hingga terlambat. Segera konsultasikan ke tenaga medis untuk memastikan penyebabnya, sekaligus memberikan perawatan yang lebih optimal.(jpg)

 

Editor : Nur Fadilah
#orang tua #otak #daya ingat