GORONTALOPOST - Qualcomm dikabarkan tengah menyiapkan kejutan menarik untuk generasi chipset flagship berikutnya. Berdasarkan laporan terbaru, Snapdragon 8 Elite Gen 6 disebut-sebut tidak hanya hadir dalam dua varian seperti rumor sebelumnya, tetapi berpotensi memiliki varian ketiga yang diproduksi menggunakan proses 2 nm milik Samsung Foundry.
Meski peluncuran resmi chipset generasi terbaru ini masih cukup lama—diperkirakan berlangsung pada September atau Oktober, mengikuti pola perilisan tahun-tahun sebelumnya—informasi awal sudah mulai bermunculan. Pembocor ternama Digital Chat Station mengungkap adanya dua chipset dengan kode SM8950 dan SM8975, yang diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi Pro-nya.
TSMC Masih Jadi Andalan Utama
Sebelumnya, kedua chipset tersebut diperkirakan akan diproduksi menggunakan node N2P milik TSMC. Berdasarkan analisis internal, proses N2P ini diklaim mampu memberikan:
-
Peningkatan performa hingga 18% dibanding node N3E
-
Efisiensi daya lebih baik, dengan konsumsi energi turun lebih dari 30%
Sebagai gambaran, node N3E saat ini digunakan pada chipset kelas atas seperti Snapdragon 8 Elite for Galaxy, yang menjadi otak dari Galaxy S25 Ultra—ponsel yang dibanderol sekitar Rp16 jutaan (konversi dari USD).
Samsung 2nm Ikut Masuk Perhitungan
Menariknya, Digital Chat Station menyebut bahwa TSMC mungkin bukan satu-satunya mitra manufaktur Qualcomm untuk generasi Snapdragon 8 Elite Gen 6. Dalam unggahannya di Weibo, ia mengklaim bahwa Qualcomm juga sedang mempertimbangkan varian chipset 2 nm buatan Samsung Foundry.
Untuk saat ini, varian SM8950 dan SM8975 masih dikaitkan dengan proses N2P TSMC. Sementara itu, versi buatan Samsung kemungkinan akan muncul dengan kode berbeda, dan detail konkretnya diperkirakan baru akan terungkap di kemudian hari.
Kolaborasi Qualcomm–Samsung Berlanjut
Menariknya lagi, kolaborasi Qualcomm dan Samsung Foundry sebenarnya bukan hal baru. Ada kemungkinan kerja sama ini mulai membuahkan hasil lebih cepat lewat varian khusus Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang disebut-sebut akan digunakan pada ponsel lipat Samsung generasi terbaru.
Jika rumor ini terbukti benar, maka persaingan teknologi manufaktur chipset antara TSMC dan Samsung di level 2 nm akan semakin panas—dan pada akhirnya, konsumenlah yang paling diuntungkan lewat performa lebih tinggi dan efisiensi daya yang lebih baik.
(HL)
Editor : Priska Watung