GORONTALOPOST -Puasa Ramadan bisa menjadi momen menyehatkan bagi tubuh, namun bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), puasa memerlukan persiapan khusus agar tidak memicu naiknya asam lambung. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah langsung tidur setelah sahur atau berbuka, karena dapat memperparah gejala GERD.
Mengapa Penderita GERD Tidak Boleh Langsung Tidur?
Saat tubuh berbaring setelah makan, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap di tempatnya. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa panas di dada, mual, perut kembung, hingga nyeri ulu hati. Risiko ini semakin tinggi bila porsi makan berlebihan atau mengonsumsi makanan pemicu GERD.
Tips Aman Sahur dan Berbuka bagi Penderita GERD
Agar puasa tetap nyaman, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Beri Jeda Sebelum Tidur
Usahakan menunggu 2–3 jam setelah sahur atau berbuka sebelum berbaring. Gunakan waktu tersebut untuk duduk santai, berjalan ringan, atau melakukan ibadah agar proses pencernaan berjalan optimal.
2. Pilih Makanan yang Ramah Lambung
Hindari makanan pedas, asam, berlemak, dan gorengan. Sebagai gantinya, pilih makanan rebus, kukus, atau panggang seperti nasi, sayur, telur, ikan, dan daging tanpa lemak.
3. Makan dengan Porsi Kecil tapi Bertahap
Saat berbuka, jangan langsung makan berat. Mulailah dengan air putih dan makanan ringan, lalu beri jeda sebelum makan utama agar lambung tidak kaget.
4. Batasi Minuman Berkafein dan Bersoda
Kopi, teh pekat, dan minuman bersoda dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Sebaiknya perbanyak air putih dan hindari minum dalam jumlah besar sekaligus.
5. Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Jika harus tidur, gunakan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi dari perut. Cara ini membantu mencegah asam lambung naik saat beristirahat.
Puasa Tetap Nyaman dengan Persiapan Tepat
Penderita GERD tetap bisa menjalankan puasa dengan lancar asalkan menerapkan pola makan dan kebiasaan yang tepat. Menghindari langsung tidur setelah sahur dan berbuka menjadi kunci penting untuk menjaga asam lambung tetap stabil.
Dengan persiapan yang baik, puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup dan kesehatan pencernaan.(jpg)
Editor : Nur Fadilah