GORONTALOPOST - Tahun 2026 semula diprediksi menjadi masa kelam bagi dompet konsumen. Krisis pasokan RAM global membuat harga komponen melonjak tajam, dan banyak pihak menduga ponsel kelas menengah bakal ikut terdampak—entah lewat kenaikan harga atau pemangkasan spesifikasi. Namun bocoran terbaru justru menunjukkan Google mengambil jalan berbeda.
Menurut bocoran dari tipster terpercaya @MysteryLupin, Google Pixel 10a disebut akan meluncur lebih awal dari jadwal biasanya, yakni pada 17 Februari 2026. Yang paling mengejutkan, harganya dikabarkan lebih murah dibanding Pixel 9a, sebuah langkah yang terbilang langka di tengah tren kenaikan harga global.
Berdasarkan informasi tersebut, Pixel 10a varian 128GB di pasar Eropa diperkirakan dibanderol sekitar €500, atau setara ±Rp8,5 juta. Sebagai perbandingan, Pixel 9a sebelumnya meluncur dengan harga €549 (sekitar Rp9,3 juta). Artinya, ada potensi penurunan harga sekitar €50 atau hampir Rp850 ribu.
Jika melihat pola harga tersebut, pasar Amerika Serikat diprediksi akan mendapatkan Pixel 10a di bawah US$499 (sekitar Rp7,8 juta), bahkan ada kemungkinan menyentuh US$449 atau sekitar Rp7 juta. Harga ini jelas menjadi ancaman serius bagi banyak ponsel kelas menengah pesaing.
Namun, ada alasan logis di balik strategi harga agresif ini. Rumor menyebutkan Google tidak melakukan perubahan besar pada sisi hardware. Pixel 10a dikabarkan masih menggunakan Tensor G4, chipset yang sama dengan Pixel 9a, alih-alih Tensor G5 yang dipakai seri flagship terbaru.
Dari bocoran gambar yang beredar, desain Pixel 10a juga terlihat nyaris identik dengan pendahulunya. Spesifikasinya pun cenderung aman dan familiar, antara lain:
-
RAM 8GB
-
Baterai 5.100 mAh
-
Fokus pada kamera andalan khas Pixel dan software Android murni
Meski begitu, Google tetap memberikan sentuhan segar lewat pilihan warna. Varian 128GB disebut akan hadir dalam empat warna:
-
Obsidian
-
Berry
-
Lavender
-
Fog
Sementara untuk varian 256GB, yang diperkirakan dibanderol sekitar €600 atau ±Rp10,2 juta, hanya tersedia dalam warna Obsidian (hitam).
Dengan memanfaatkan desain dan komponen yang sudah ada, Google tampaknya berhasil menghindari lonjakan biaya produksi yang menghantam banyak produsen lain. Walau peningkatannya terbilang minim, strategi ini bisa menjadi kabar baik bagi pengguna yang menginginkan kamera andal, performa stabil, dan pengalaman Android bersih dengan harga di bawah Rp8 jutaan.
(HL)
Editor : Priska Watung