Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Harga DRAM Meroket, Apple Tertekan Jelang Peluncuran iPhone Generasi 2026

Priska Watung • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:53 WIB
Apple Iphone
Apple Iphone

GORONTALOPOST - Lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) terhadap chip memori mulai memunculkan efek domino di dunia teknologi. Harga DRAM yang terus melambung kini tak hanya membebani produsen perangkat, tetapi juga berpotensi membuat gadget generasi 2026 semakin mahal—termasuk produk dari Apple.

Menurut laporan dari Korea Selatan yang mengutip sumber industri, Samsung telah menaikkan harga chip LPDDR DRAM hingga 80% dibandingkan harga yang dikenakan kepada Apple pada kuartal IV 2025. Tak hanya Samsung, produsen memori besar lainnya, SK Hynix, bahkan disebut menaikkan harga DRAM hingga 100%.

Kondisi ini menjadi tekanan serius bagi Apple. Selama bertahun-tahun, perusahaan asal Cupertino tersebut dikenal mampu meredam kenaikan harga komponen lewat kontrak jangka panjang dengan para pemasok utama. Namun kali ini, strategi tersebut tampaknya tak sepenuhnya berhasil.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa Apple hanya menandatangani kesepakatan dengan Samsung untuk mengunci harga DRAM selama paruh pertama tahun ini saja. Artinya, setelah periode tersebut berakhir, Apple berpotensi harus membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk komponen memori penting pada perangkat barunya.

Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa seri iPhone 18 dan perangkat Apple generasi berikutnya kemungkinan besar akan hadir dengan harga jual yang lebih mahal, seiring meningkatnya biaya produksi.

Meski demikian, secercah harapan masih ada. Analis ternama Ming-Chi Kuo menyatakan keyakinannya bahwa Apple masih memiliki ruang untuk menyerap kenaikan biaya komponen, setidaknya dalam jangka pendek. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi Apple untuk menjaga harga iPhone tetap kompetitif demi memperluas pangsa pasar global.

Dengan permintaan chip memori yang terus melonjak akibat ledakan AI, tekanan terhadap harga perangkat elektronik tampaknya sulit dihindari. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah harga gadget akan naik, melainkan seberapa lama produsen mampu menahan dampaknya sebelum dibebankan ke konsumen.

(HL)

Editor : Priska Watung
#Tech News #Apple #harga RAM melonjak