GORONTALOPOST -Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah, lampion, barongsai, serta tradisi berbagi angpao. Menjelang Imlek 2026, angpao kembali menjadi simbol yang dinanti, bukan sekadar karena isinya, tetapi juga karena makna mendalam yang dikandung amplop merah tersebut.
Angpao, atau hongbao dalam bahasa Mandarin, secara harfiah berarti “bungkusan merah”. Tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Tionghoa.
Warna merah dipilih bukan tanpa alasan. Dalam kepercayaan Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif.
Asal-usul Angpao
Sejarah angpao berakar dari legenda Tiongkok kuno tentang makhluk jahat bernama Sui yang konon sering mengganggu anak-anak pada malam pergantian tahun. Untuk melindungi mereka, orang tua memberikan delapan koin yang dibungkus kain merah dan diletakkan di dekat bantal. Kilau koin tersebut dipercaya mampu mengusir Sui. Seiring waktu, koin digantikan dengan uang kertas dan dibungkus dalam amplop merah yang kini dikenal sebagai angpao.
Dari cerita tersebut, angpao tidak hanya dimaknai sebagai pemberian materi, tetapi juga sebagai simbol doa perlindungan, harapan, dan restu untuk masa depan yang lebih baik.
Makna Angpao dalam Perayaan Imlek
Dalam tradisi Imlek, angpao umumnya diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak, remaja, atau anggota keluarga yang belum menikah. Namun, seiring perkembangan zaman, angpao juga kerap dibagikan kepada orang tua, kerabat, bahkan rekan kerja sebagai bentuk penghormatan dan berbagi kebahagiaan.
Lebih dari nilai uang di dalamnya, angpao melambangkan harapan akan rezeki yang lancar, kesehatan, umur panjang, serta keberuntungan di tahun yang baru. Karena itu, jumlah uang dalam angpao biasanya dihindari dari angka ganjil tertentu atau angka yang dianggap membawa kesialan, dan lebih memilih angka yang bermakna baik.
Angpao di Era Modern
Memasuki era digital, tradisi angpao pun ikut bertransformasi. Selain amplop fisik, kini dikenal angpao digital yang dibagikan melalui aplikasi pembayaran atau media sosial. Meski bentuknya berubah, esensi angpao sebagai simbol berbagi rezeki dan doa tetap terjaga.
Menjelang Imlek 2026, angpao kembali mengingatkan bahwa perayaan ini bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga tentang nilai kebersamaan, kepedulian, dan harapan akan tahun yang lebih baik. Di balik amplop merah sederhana, tersimpan pesan hangat tentang berbagi berkah dan menjaga tradisi lintas generasi.(jpg)
Editor : Nur Fadilah