GORONTALOPOST - Honor kembali merilis smartphone terbarunya tanpa banyak sorotan. Perangkat bernama Honor X6d ini muncul diam-diam di toko online Uni Emirat Arab (UEA), membawa spesifikasi entry-level dengan dukungan 5G.
Menariknya, ponsel ini sebenarnya bukan benar-benar baru. Honor X6d merupakan “kembaran” dari Honor Play 60A yang sebelumnya dirilis di China pada akhir tahun lalu—dengan satu peningkatan penting di sektor kamera.
Upgrade Kamera Jadi Sorotan
Perbedaan paling mencolok ada pada kamera utama. Jika Play 60A hanya dibekali kamera 13MP, maka Honor X6d hadir dengan kamera 50MP (f/2.0).
Meski hanya memiliki satu lensa belakang dan masih terbatas pada perekaman video 1080p di 30fps, peningkatan resolusi ini tetap menjadi nilai tambah signifikan di kelasnya.
Untuk kebutuhan selfie, Honor tetap mempertahankan kamera depan 5MP (f/2.2).
Spesifikasi Utama
Di balik bodinya, Honor X6d ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300, prosesor 6nm yang mengandalkan modem 5G sebagai daya tarik utama.
Berikut ringkasan spesifikasinya:
-
Chipset: MediaTek Dimensity 6300 (6nm, 5G)
-
RAM: 4GB
-
Storage: 256GB
-
Layar: 6,75 inci LCD
-
Resolusi: 720p+
-
Kamera belakang: 50MP
-
Kamera depan: 5MP
-
Baterai: 5.260mAh
-
Sistem operasi: Android 15 dengan MagicOS
Kapasitas baterainya sedikit berbeda dari versi China (5.300mAh). Namun selisih 40mAh ini sangat kecil dan kemungkinan besar hanya perbedaan label.
Ponsel ini juga mendukung dual-SIM, meskipun detail konektivitas seperti Wi-Fi dan Bluetooth tidak dicantumkan di toko. Sebagai gambaran, Play 60A mendukung Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.3 dengan aptX HD, namun tanpa NFC.
Sensor sidik jari tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi jika tersedia, kemungkinan ditempatkan di sisi samping perangkat.
Harga dan Varian Warna
Honor X6d dijual dengan harga AED 509, yang jika dikonversi setara dengan sekitar Rp2,2 jutaan.
Tersedia dua pilihan warna:
-
Midnight Black
-
Ocean Cyan
Dengan harga tersebut, Honor X6d menyasar segmen entry-level 5G yang mengutamakan kapasitas penyimpanan besar dan kamera beresolusi tinggi.
(HL)
Editor : Priska Watung