Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Perang AI di Android: Google Blokir Jutaan Aplikasi dan 80 Ribu Developer Nakal

Priska Watung • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:06 WIB
Google Play
Google Play

GORONTALOPOST - Dunia Android kembali memanas. Di tengah semakin canggihnya peretas memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyusupkan malware ke ponsel pengguna, Google memilih untuk melawan dengan senjata yang sama: AI yang lebih agresif dan cerdas.

Memasuki 2025, raksasa teknologi tersebut meningkatkan sistem pertahanan berbasis machine learning untuk menyaring aplikasi bermasalah bahkan sebelum sempat muncul di Google Play Store. Hasilnya tidak main-main.

Menurut laporan Vijaya Kaza, Vice President of App & Ecosystem Trust Google, sepanjang tahun lalu perusahaan berhasil:

Langkah ini menandai babak baru dalam perang panjang antara platform Android dan pelaku kejahatan siber.

AI Jadi Garda Terdepan

Alih-alih hanya mengandalkan peninjau manusia, Google kini menanamkan model AI langsung ke dalam proses review aplikasi. Sistem ini mampu mendeteksi pola kode berbahaya yang kompleks—sesuatu yang sulit ditemukan lewat pemeriksaan manual biasa.

Meski begitu, peran manusia tetap dipertahankan untuk validasi akhir. Kombinasi ini membuat proses penyaringan menjadi jauh lebih cepat dan presisi.

Tak hanya itu, perlindungan privasi juga diperketat. Sepanjang tahun lalu, Google memblokir:

Di sisi pengembang, Google juga menyediakan alat seperti Play Policy Insights di Android Studio yang membantu mendeteksi potensi pelanggaran sejak tahap penulisan kode.

Perang Melawan Spam dan Review Palsu

Ancaman bukan hanya dari malware, tetapi juga manipulasi reputasi aplikasi. Pada 2025, Google berhasil memblokir:

Google mengklaim sistemnya mampu mencegah rata-rata penurunan rating sebesar 0,5 bintang pada aplikasi yang menjadi target serangan terorganisir.

Play Protect Makin Agresif

Perlindungan juga diperluas lewat Google Play Protect, pemindai malware bawaan Android.

Kini, sistem tersebut memindai lebih dari 350 miliar aplikasi setiap hari. Sepanjang tahun lalu saja, pemindaian real-time menemukan:

Jika Anda pernah menginstal aplikasi dari situs tak dikenal lalu muncul peringatan keamanan, itu adalah Play Protect yang bekerja.

Fitur ini kini makin tegas. Enhanced Fraud Protection dapat:

Pada 2025, fitur ini telah diluncurkan di 185 negara, mencakup 2,8 miliar perangkat, dan berhasil menghentikan:

Artinya, ratusan juta potensi ancaman berhasil digagalkan sebelum merugikan pengguna.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, Google berencana membuka verifikasi developer untuk semua kalangan—termasuk pelajar dan hobiis—dengan proses yang lebih sederhana namun tetap menjaga standar keamanan.

Di era ketika AI dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mencari celah baru, Android kini menunjukkan bahwa pertahanan pun bisa berevolusi. Tahun 2025 menjadi bukti bahwa perang digital tak lagi sekadar reaktif, melainkan semakin proaktif dan preventif.

(HL)

Editor : Priska Watung
#play store #google android #security