Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Samsung Perkenalkan Galaxy S26 Series, Era “Agentic AI Phone” Dimulai

Priska Watung • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22 WIB

Samsung Galaxy S26
Samsung Galaxy S26

GORONTALOPOST - Samsung kembali menegaskan dominasinya di pasar Android lewat peluncuran lini terbaru Galaxy S26 dalam ajang Galaxy Unpacked. Di tengah menyusutnya jumlah produsen flagship Android, seri Galaxy S tetap menjadi poros utama ekosistem Android global. Tahun ini, hadir tiga model: Samsung Galaxy S26 Ultra, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26.

Secara tampilan, perubahan memang tidak revolusioner. Desainnya masih sangat mirip generasi sebelumnya, dengan sedikit sentuhan baru pada modul kamera dan dimensi yang nyaris tak terasa berbeda. Bahkan, S26 Ultra kini kembali menggunakan material aluminium, menggantikan titanium pada generasi sebelumnya. Stylus S Pen tetap dipertahankan sebagai ciri khas lini Ultra.

Namun di balik desain yang familiar, Samsung menyuntikkan tenaga baru. Seri ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy berbasis fabrikasi 3nm, dengan CPU Oryon generasi ketiga, GPU Adreno 840, serta NPU Hexagon untuk pemrosesan AI langsung di perangkat. Samsung menjanjikan peningkatan performa dua digit—klaim yang rutin terdengar setiap tahun, meski tantangan panas dan throttling masih menjadi perhatian. Untuk mengatasinya, Samsung menyematkan vapor chamber terbesar yang pernah ada di lini Galaxy.

Harga Naik, Fitur Ikut Bertambah

Kenaikan harga menjadi sorotan utama tahun ini. Dua model non-Ultra mengalami kenaikan sekitar USD 100 atau setara ± Rp1,6 juta (estimasi kurs Rp16.000/USD). Sementara itu, Galaxy S26 Ultra tetap dipasarkan di angka USD 1.300 atau sekitar Rp20,8 juta.

Sebagai kompensasi, Samsung meningkatkan sejumlah aspek:

Di sektor kamera, konfigurasi masih serupa dengan generasi sebelumnya. Ultra tetap membawa kamera utama 200MP plus dua lensa telefoto, sementara S26 dan S26+ mengusung kamera utama 50MP. Bukaan lensa Ultra kini sedikit lebih lebar demi hasil foto yang lebih terang dalam kondisi minim cahaya.

Privacy Display & Lompatan AI

Fitur baru yang cukup mencuri perhatian adalah Privacy Display. Teknologi ini menggunakan sistem “Black Matrix” dengan piksel khusus yang mempersempit sudut pandang layar, sehingga orang di samping Anda sulit mengintip isi layar. Fitur ini bisa diaktifkan secara menyeluruh, per aplikasi, atau hanya di area notifikasi.

Namun bintang utama peluncuran kali ini jelas adalah AI.

Samsung menyebut Galaxy S26 sebagai “Agentic AI Phone”, yakni ponsel dengan AI yang tertanam di setiap lapisan pengalaman pengguna. Sistem Now Brief kini dapat membaca konteks notifikasi dan mengingatkan agenda bahkan jika Anda belum memasukkannya ke kalender. Semua pemrosesan dilakukan langsung di perangkat, bukan di cloud.

Galaxy AI juga menghadirkan fitur “Nudges” yang mampu menyarankan aplikasi atau konten berdasarkan apa yang tampil di layar. Misalnya:

Di aplikasi galeri, kemampuan editing AI makin agresif—bahkan bisa mengubah substansi foto. Untuk menjaga transparansi, Samsung menyematkan watermark pada hasil editan AI.

Kolaborasi dengan Google

Kerja sama dengan Google menjadi bagian penting strategi AI Samsung tahun ini.

Beberapa integrasi penting meliputi:

Gemini bahkan dapat memesan makanan atau transportasi lewat aplikasi seperti Uber, DoorDash, dan Grubhub selama fase uji coba. Meski begitu, Google menyarankan pengguna tetap mengawasi proses kerja AI tersebut.

Preorder & Program Tukar Tambah

Samsung telah membuka masa preorder mulai hari ini melalui operator seluler maupun situs resminya. Program tukar tambah juga diperkuat, dengan potongan hingga USD 900 atau sekitar Rp14,4 juta untuk penukaran perangkat tertentu seperti Galaxy S25 Ultra atau Z Fold 6.

Dengan strategi harga yang lebih tinggi dan fokus besar pada kecerdasan buatan, Galaxy S26 bukan sekadar pembaruan tahunan. Ia menjadi simbol pergeseran arah industri: dari perang spesifikasi menuju perang kecerdasan digital.

Pertanyaannya kini, apakah AI benar-benar akan membuat pengalaman pengguna lebih praktis—atau justru sekadar menambah daftar fitur yang jarang digunakan?

(HL)

Editor : Priska Watung
#Samsung #Samsung Galaxy S26 #smartphone baru