Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tak Selalu Buruk, Ini 5 Alasan Sikap Bodo Amat Justru Baik untuk Kesehatan Mental

Nur Fadilah • Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40 WIB


Ilustrasi orang bersikap bodo amat (Istimewa)
Ilustrasi orang bersikap bodo amat (Istimewa)

GORONTALOPOST -Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, banyak orang terjebak dalam kebiasaan overthinking memikirkan segala hal secara berlebihan hingga menguras energi dan emosi. Tanpa disadari, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental, produktivitas, bahkan hubungan sosial.

Menariknya, sikap “bodo amat” yang sering dianggap negatif justru bisa menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan hidup. Tentu, bukan berarti cuek tanpa batas, melainkan tahu kapan harus peduli dan kapan harus melepaskan.

Berikut lima alasan mengapa sikap “bodo amat” justru penting untuk diterapkan:

1. Mengurangi Beban Pikiran yang Tidak Perlu
Tidak semua hal dalam hidup harus dipikirkan secara mendalam. Dengan bersikap lebih santai terhadap hal-hal kecil, kamu bisa menghemat energi mental untuk hal yang benar-benar penting.

2. Menjaga Kesehatan Mental
Overthinking sering memicu stres dan kecemasan berlebih. Sikap “bodo amat” membantu kamu untuk tidak terlalu larut dalam kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

3. Lebih Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Ada banyak hal di luar kendali kita, seperti pendapat orang lain atau masa lalu. Dengan sedikit “bodo amat”, kamu bisa lebih fokus pada apa yang benar-benar bisa kamu ubah.

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Terlalu memikirkan omongan orang lain sering membuat seseorang ragu pada diri sendiri. Dengan tidak terlalu peduli pada penilaian negatif, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

5. Hidup Terasa Lebih Ringan dan Bahagia
Ketika tidak semua hal dimasukkan ke hati, hidup terasa lebih ringan. Kamu bisa menikmati momen tanpa beban pikiran yang berlebihan.

Bijak dalam Bersikap
Meski terdengar sederhana, sikap “bodo amat” tetap harus digunakan dengan bijak. Jangan sampai berubah menjadi apatis atau tidak peduli pada hal-hal penting seperti tanggung jawab dan hubungan dengan orang terdekat.

Pada akhirnya, keseimbangan adalah kunci. Peduli secukupnya, dan lepaskan hal-hal yang memang tidak perlu dipikirkan terlalu dalam. Dengan begitu, hidup bisa dijalani dengan lebih tenang dan bahagia.

Editor : Nur Fadilah
#psikologi #Sosial #medsos