Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kunci Hidup Sehat Ada di Intensitas, Bukan Durasi Olahraga

Nur Fadilah • Rabu, 15 April 2026 | 09:59 WIB
Ilustrasi seorang pria melakukan jogging (ANTARA/Tembela Bohle)
Ilustrasi seorang pria melakukan jogging (ANTARA/Tembela Bohle)

 
GORONTALOPOST
-Aktivitas fisik intens meski hanya dilakukan dalam waktu singkat setiap hari ternyata mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di European Heart Journal.

Dilansir dari laman EatingWell, penelitian tersebut menegaskan bahwa bukan hanya durasi olahraga yang penting, tetapi juga tingkat intensitasnya dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis data dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 96 ribu orang pengguna pelacak kebugaran serta lebih dari 375 ribu responden survei terkait kebiasaan aktivitas fisik. Para partisipan kemudian dipantau selama 9 hingga 14 tahun untuk melihat risiko terhadap delapan penyakit kronis.

Penyakit yang diamati meliputi penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronis, gangguan pernapasan, demensia, hingga penyakit hati.

Hasilnya cukup mencengangkan. Partisipan yang menyertakan lebih dari 4 persen aktivitas intens dalam total aktivitas mingguan terbukti memiliki risiko penyakit yang jauh lebih rendah.

Secara rinci, risiko penyakit kardiovaskular turun hingga 31 persen, penyakit ginjal kronis 41 persen, dan penyakit pernapasan kronis sebesar 44 persen.

Bahkan, penurunan yang lebih signifikan terlihat pada diabetes tipe 2 yang mencapai 60 persen serta demensia hingga 63 persen. Risiko kematian dari berbagai penyebab juga tercatat menurun hingga 46 persen.

Peneliti juga menemukan bahwa setiap penyakit merespons olahraga secara berbeda. Pada penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan hati, durasi dan intensitas sama-sama berperan penting. Sementara pada kondisi inflamasi dan demensia, intensitas justru menjadi faktor utama.

Meski begitu, peneliti mengingatkan bahwa studi ini masih bersifat observasional, sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, keterbatasan data seperti penggunaan pelacak kebugaran dalam waktu singkat dan laporan survei mandiri juga menjadi catatan.

Namun kabar baiknya, manfaat besar ini tidak mengharuskan seseorang berolahraga berat dalam waktu lama. Cukup dengan memastikan sekitar 4 hingga 5 persen dari total aktivitas fisik mingguan berupa aktivitas intens.

Aktivitas sederhana seperti jogging singkat, naik tangga dengan cepat, atau gerakan lain yang memacu detak jantung sudah cukup memberikan dampak positif.

Bahkan, hanya dengan menambahkan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens setiap minggu, seseorang sudah bisa menurunkan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
#manfaat olahraga #resiko penyakit kronis